CHAPTER 2

4.2K 273 38
                                    


annyeong yurobun, sebenernya updatenya pen ntar malem aja , tapi karna kuota internet yang udah tipis jadi sekarang aja deh , takut keburu abis kuotanya . yang nunggu love force chap2 udah di update kok.

Seperti biasa , sebelum baca , vote dulu yukk , cuss

.

Oke kalo gitu langsung aja chapter 2

.

Check it out

.

Sebelumnya maaf jika ada bagian yang belim teredit dengan sempurna

Bambam pov

aku hanya bisa tersenyum miris pada diriku sediri saat ini , apa selamanya aku akan seperti ini ? selamanya akan terus bersama dia ? apa aku akan sanggup terus bersamanya ? aku mengalihkan pandanganku pada namja yang tengah berbaring tertidur di sampingku entah kenapa mataku malah perih dan berair . sebuah pilihan yang sangat sulit ada di hadapanku sekarang ... manakah yang akan aku pilih ... kadang aku ingin lari dan meninggalakannya tapi ... kenapa aku juga sangat membutuhkan dia di sampingku ...

'in school'

"aku ada latihan basket hari ini kau mau menungguku atau mau pulang duluan ?" aku memandang mark yang berjalan di sampingku dan berpikir sebentar sambil berjalan menuju ke lapangan basket

"aku akan menunggumu saja " jawabku lemah dan terus berjalan mendahuluinya yang ternyata malah berdiam diri di tempat

"wae ?" tanyaku heran dengan sikapnya ini dia hanya tersenyum dan berjalan menghampiriku

"aku ke toilet dulu " aku mengangguk dan berjalan terus ke arah lapangan , bisa aku lihat walau dari jarak yang tidak terlalu dekat teman-teman mark sudah ada di sana ... aku mendudukan diriku di kursi samping lapangan dimana jungkook juga duduk memperhatikan taehyung.

"mana mark ?!" aku memandangnya sambil sambil menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan jungkook

"dia ke toilet dulu, sebentar lagi juga datang " aku kembali menunduk menatap lantai berhari-hari aku memikirkan tentang hubunganku dengan mark ... apa aku harus meninggalkannya ? untuk meninggalkannya mungkin aku harus lari jauh darinya

"kau sakit ?!" aku menggeleng tanpa memandang jungkook , beberapa saat kemudian aku mendengar suara gaduh ricuh dan riuh di lapangan dan aku yakin suara itu karena mark sudah datang ... dan itu benarkan ?

Mark mamandangku sekilas sebelum memulai latihannya dan yang kau lakukan hanya memandangnya saja , bsakah aku tidak melihatnya nanti ? apa aku sanggup untuk tidak pernah melihatnya lagi ? apa aku bisa mengatakan kalau aku ingin pergi darinya ?!

beberapa waktu berlalu sekarang semua orang beristirahat , mark menghampiriku dan aku langsung menyodorkan botol air mineral padanya

"gomawo " ucapnya sebelum meminum air itu dengan cepat

"kau terlihat sangat lelah ? kau sakit ? kenapa belakangna ini selalu murung ?" aku tersentak mendengar apa yang mark katakan . apa benar perubahan sikapku itu sangat kentara

"aku lelah .... sepertinya aku harus istirahat "ucapku mencoba mengecoh mark , raut wajahnya berubah panik sepertinya dia khawatir padaku bisa aku lihat itu walau dia tidak mengatakannya

"gwenchana ... aku tidak sakit separah yang kau pikirkan hanya saja ... aku ingin istirahat ... aku pulang duluan saja ya ?!" aku mendongak memandangnya yang tengah berdiri di depanku

"aku anatar kau pulang " mark langsung mengambil tasnya tapi aku mengehentikannya

"ani ... aku bisa pulang sendiri .... kau teruskan saja ... aku akan pulang ke apartementku yang dulu sebentar dan mungkin akan pulang agak malam " aku berdiri dan mengambil tasku

Love And Pain (Markbam) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang