Vina POV
SEHARUSNYA aku bisa menolong orang lain.
Aku dan Grenda baru saja ingin memasuki ruang serbaguna lantai 3 karena mendengar suara seorang siswi yang menangis. Sepertinya anak itu berada di sana karena tempat itu menjadi tempat yang ideal untuk bersembunyi, berhubung tempat itu tidak akan dikunjungi bila tidak ada keperluan untuk menggunakan ruangan itu. Aku pikir ini akan menjadi hal yang bagus karena sejujurnya aku adalah orang yang kepo, hehehe. Kalau kita kepo berarti kita peduli. Ya, 'kan? Sayangnya, bel masuk kelas menyebabkan kami harus menunda kegiatan ini. Aku jamin setelah ini aku akan mengantuk karena pelajaran berikutnya di kelasku adalah pelajaran PPKn. Yah, inilah nasib kelasku di hari Senin, banyak pelajaran yang membosankan, bahkan semuanya hehehe (manusiawi 'kan kalau bosan?)
Setelah aku tersuntuk karena belajar yang rasanya lama sekali apabila pelajaran yang membosankan tersebut berlangsung, aku mengajak Grenda untuk melakukan hal yang sempat tertunda saat istirahat pertama—aku kan perlu membawa partner untuk melakukan penyelidikan itu—pada saat kami semua sudah pulang sekolah. Aku dan Grenda berusaha untuk mencari siapa yang menangis tadi—seperti biasa, aku yang kepo yang mendesaknya untuk melakukan kegiatan ini—dan menuju ke ruangan tadi ketika sebagian siswa yang kelasnya di lantai ini sudah ke bawah sehingga lebih kecil kemungkinannya untuk menarik perhatian orang-orang. Kan kita berniat baik, bukan berniat jahat. Kami hanya penasaran—ralat, mungkin hanya aku yang sebenarnya sangat penasaran.
"Gren, lo udah siap?" tanyaku antusias ketika aku melihat koridor lantai 3 yang sudah mulai sepi karena cukup banyak siswa yang sudah turun ke lantai bawah—kan kalau pulang pasti lewat gerbang di lantai itu, nggak mungkin gerbangnya di atas, dikira mau terjun, apa?
"Ya, bisa lihat sendiri." Kulihat dia sudah membereskan buku-buku dan peralatan tulisnya dengan rapi. Dia memang benar-benar perfeksionis, salah satunya mengenai kerapian.
"Ayo, beraksi!" ucapku antusias. Entah mengapa aku antusiasnya kebangetan kali ini.
Oh, ya, tadi aku berhasil mengajak sahabatku yang tidak suka mengurusi kehidupan orang, lho. Dia memang memiliki prinsip "urusi hidupmu dulu sebelum mengurusi urusan orang lain. Kalau ngurus hidup sendiri aja nggak becus, gimana ngurusin orang?" yang terkadang—atau mungkin mutlak—benar. Tujuan aku kepo itu adalah ingin membantu orang lain kalau ada kesusahan. Aku sebenarnya berniat baik, kok. Aku memang kepo, tapi aku ini pendengar dan penjaga rahasia yang baik. Selama ini, rahasia yang diungkapkan Grenda kepadaku tak ada yang bocor sedikitpun karena sudah kusegel rahasianya dalam hatiku.
"Eh, Gren, kita lanjutin lagi yang tadi, yuk!" ajakku tadi.
"Ngapain? Kan udah lewat. Lagian anak itu kalau nanti baru didatengin masa masih nangis? Bocah juga kalau nangis nggak sampai berjam-jam tahu, nggak? Dia kan pasti ada kerjaan lain," balasnya terdengar sewot.
"Tapi, kalau dia nggak nangis lagi, siapa tahu kita bisa nemuin dia di ruang serbaguna tadi," balasku tak ingin kalah.
"Kalau kita masuk terus tahu-tahu bukan dia orang yang nangis?" tanyanya.
"Ya makanya itu jadi misi kita kalau lo ikut. Gue kan seperti biasa jadi orang kepo, tapi feeling gue nggak enak soal itu anak. Gue yakin kayaknya dia ada masalah di sekolah ini sampai-sampai dia ngumpet di ruang sergun buat nangis doang. Kan lo tahu kalau kepo itu bermanfaat asal ingin membantu orang yang mungkin kesusahan. Jadi, kita sebagai manusia kan makhluk sosial, perlu saling membantu." Oke, ocehanku kali ini mungkin terdengar seperti ceramah. Aku melihat Grenda yang mungkin tidak mengindahkan seluruh kata-kataku karena terlalu panjang. Ya sudahlah, aku sebenarnya berniat baik.
"Ya udah, ayo!" balasnya terdengar menyerah dan terpaksa. Akhirnya!
"Hore!" Spontan aku berteriak. Namanya juga senang, hehehe....
YOU ARE READING
The Chain of Disasters [REVISION MODE]
Mystery / ThrillerGrenda mengalami banyak masalah setelah sempat berbincang dengan Citra yang sempat menangis karena sering di-bully. Grenda ditetapkan menjadi tersangka utama setelahnya. Grenda dan Vina merasa, Citra mengkambinghitamkan mereka atas pembunuhan Reza...
![The Chain of Disasters [REVISION MODE]](https://img.wattpad.com/cover/49037581-64-k253562.jpg)