~ Selamat Datang di 'Harun & Elisa : The Perfect Love' Bab 13 ~
~ Bab ini menceritakan kisah yang ternyata Yahya yang mengaku masih bujang dan ternyata kebetulan Sadhira adalah pemilik warung Nasi Kebuli ~
~ Jika ada Typo atau bahasa yang kurang mengenakkan dihati, Mohon dimaklumi. Soalnya masih belajar soalnya menjadi penulis profesional ~
🌸🌸🌸🌸🌸
Sudut Pandang Elisa
Langkah kaki Elisa terasa begitu ringan begitu ia melangkah keluar dari gerbang Rumah Sakit Jiwa Menur, menandakan sif tugasnya hari itu telah resmi berakhir. Namun, di sepanjang jalan, isi kepala gadis berambut sebahu itu justru tidak bisa tenang. Pikirannya terus berputar, kembali terlempar pada obrolan janggal dengan Zulaika di dalam ruang rawat inap VVIP beberapa jam yang lalu.
Uniknya, ingatan Elisa hanya tertuju pada satu fakta bahwa wanita anggun penanya itu bernama Zulaika. Selebihnya, ia sama sekali tidak ingat atau lebih tepatnya tidak peduli, di kamar mana ia mengantarkan nampan camilan sore tadi, siapa nama pasien pria yang terbaring di atas ranjang, apalagi memperhatikan gurat wajahnya. Bagi seorang office girl yang dikejar target pekerjaan seperti Elisa, pasien VVIP itu hanyalah satu dari sekian banyak raga tak berdaya yang memenuhi bangsal rumah sakit.
"Apakah kamu saat ini sudah menikah, Eliseba?"
"Lalu, apakah kamu memiliki rencana untuk membina rumah tangga dalam waktu dekat ini?"
Elisa menopang dagunya dengan sebelah tangan, menatap kosong ke arah kaca jendela mobil yang menampilkan riuhnya jalanan kota Surabaya. Ia berpikir cukup keras, mencoba menguliti maksud tersembunyi di balik rentetan pertanyaan sensitif dari Zulaika. Mengapa seorang wanita dari kasta elite tiba-tiba memedulikan status lajangnya?
Namun, setelah beberapa saat berspekulasi tanpa arah, Elisa langsung menepis helaan napasnya. Gadis itu menggelengkan kepalanya cepat-cepat, berusaha membuang jauh-jauh asumsi liar yang mulai memenuhi isi kepalanya. 'Ah, sudahlah. Mungkin Mbak Zulaika hanya sekedar ingin berbasa-basi demi mencairkan suasana,' batinnya menenangkan diri sendiri.
Elisa memilih untuk menyudahi lamunannya. Ia memutar tubuhnya, mengalihkan fokus pada agenda sore itu: berburu kuliner demi memanjakan perutnya yang mulai keroncongan. Dan tentu saja, perjalanan berburu makanan kali ini tidak ia lakukan seorang diri. Siapa lagi pelakunya jika bukan pria di sampingnya ini, Yahya yang saat ini sedang fokus mencengkeram kemudi, membelah kepadatan jalanan dengan raut wajah tenang yang selalu berhasil membuat hati Elisa berdesir hangat, sekaligus menyimpan rasa bersalah yang teramat dalam.
Di dalam keheningan kabin mobil, Elisa merasa harga dirinya benar-benar telah luruh ke titik terendah. Ia merasa seolah telah turun kasta menjadi wanita paling hina, atau mungkin menjadi wanita paling jahat di atas muka bumi ini karena bersedia menjadi duri di dalam rumah tangga orang lain. Namun, setiap kali ajakan itu datang dari bibir Yahya, Elisa selalu kehilangan kekuatan untuk menolaknya. Rasa cinta yang telanjur mengakar teramat dalam di lubuk hatinya seolah telah membutakan logikanya; seluruh ruang di hatinya hanya dipenuhi oleh Yahya seorang. Teramat sulit, bahkan hampir mustahil baginya untuk melupakan dan melepaskan pria yang statusnya sudah sah menjadi suami wanita lain itu.
"Sayang..." panggil Yahya lembut, memecah kesunyian malam tanpa mengalihkan pandangannya dari jalurnya mengemudi.
"Ya, Mas? Ada apa?" sahut Elisa, buru-buru menoleh ke arah Yahya demi menyembunyikan gurat sendu di wajahnya.
"Sore ini aku mau mengajak kamu makan nasi kebuli yang paling enak di daerah Ampel," ucap Yahya dengan senyuman tipis.
Untaian kalimat bernada santai itu seketika membuyarkan sisa-sisa lamunan Elisa yang sejak tadi berkecamuk hebat. Pikirannya terlanjur bercabang, terombang-ambing di antara kebingungan atas pertanyaan misterius dari Zulaika di rumah sakit, serta bayangan Rosalia, istri sah Yahya yang mungkin saat ini sedang duduk cemas di rumah, menanti kepulangan suaminya dengan perasaan tak tenang.
YOU ARE READING
Harun & Elisa : The Perfect Love
Romance[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] ****** Eliseba Giana (Elisa) adalah seorang yang jiwanya telah mati, hidupnya hancur setelah dikhianati oleh kekasihnya, hamil di luar nikah, dan mengalami keguguran yang mengubur separuh jiwanya. Ia hidup dalam keputus...
