❤‍🔥 Api yang Tak Pernah Padam

11 1 0
                                        

"Hiks... Ibu... tolong..."

Suara Laura kecil nyaris tenggelam di antara suara kobaran api.

Panas menyengat kulitnya. Asap memenuhi paru-parunya, membuat matanya perih dan napasnya tersengal. Kakinya terasa sakit, tetapi ia tetap memaksakan diri merangkak menuju sosok perempuan yang masih bertahan beberapa meter di depannya.

"Ibu... Laura takut..."

Wanita itu berlutut sambil menahan batuk. Wajahnya dipenuhi jelaga, rambutnya berantakan, tetapi ia masih berusaha memberikan senyum kecil kepada putrinya.

"Jangan menangis, sayang."

Tangannya meraih jemari Laura.

"Kita akan keluar dari sini. Percaya sama Ibu."

"Tapi... apinya banyak..."

"Ibu akan menyusul."

Sang ibu melirik pintu yang mulai tertutup kepulan asap.

"Tolong! Seseorang, tolong kami!"

Tidak ada jawaban.

Hanya suara api yang semakin mendekat.

Krek!

Laura mendongak.

Langit-langit di atas mereka mulai retak.

"Ibu..."

Brak!

Sebagian bangunan runtuh.

Laura menjerit.

"Ibu!"

Sang ibu langsung mendorong tubuh kecilnya ke arah pintu.

"Laura! Kamu duluan!"

"Tapi Ibu-"

"LARI!"

Tangisan Laura pecah.

Ia berusaha berdiri dengan kaki yang sakit, lalu berlari tertatih menuju pintu.

"Ibuuuu!"

Pintu terbuka.

Udara malam menerpa wajahnya.

Namun sebelum benar-benar keluar, Laura menoleh sekali lagi.

Di antara kepulan asap dan kobaran api, ibunya masih berdiri di sana.

Perempuan itu tersenyum.

Senyum yang kelak akan menjadi bagian paling menyakitkan dari setiap mimpi Laura.

"Jadilah anak yang kuat, Laura."

Brak!

Laura tersentak bangun.

Napasnya tersengal.

Tangannya refleks meremas selimut, sementara air mata masih mengalir di sudut matanya.

Lagi.

Mimpi itu datang lagi.

Laura mengusap wajahnya kasar.

Bertahun-tahun telah berlalu, tetapi malam itu masih terasa begitu dekat.

Suara ibunya.

Genggaman tangannya.

Api yang memenuhi rumah susun.

Dan senyum terakhir sebelum semuanya berubah menjadi abu.

Laura menarik napas panjang.

"Sudah cukup."

Ia turun dari tempat tidur dan berjalan menuju cermin.

Pantulan seorang wanita muda dengan rambut panjang terurai berdiri di hadapannya.

BALAS DENDAM DALAM IKATANStories to obsess over. Discover now