We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Chapter 1

203 33 15
                                        

Kalau ada penghargaan untuk pasangan paling membosankan sedunia, Kim Seokjin dan Jeon Jungkook yakin mereka akan menang telak.

Lima tahun menikah.
Tidak pernah bertengkar.
Tidak pernah bermesraan.
Tidak pernah mengucapkan "aku cinta kamu."

Bahkan ulang tahun pernikahan mereka lebih sering terlewat daripada diingat.

~~

Ada banyak alasan orang menikah.

Karena cinta, karena sudah terlalu lama berpacaran, karena usia, karena keluarga, atau karena yakin telah menemukan seseorang yang ingin diajak menua bersama.

Kim Seokjin dan Jeon Jungkook menikah karena sama-sama sedang malas berdebat.

Seokjin baru saja kembali ke Korea setelah menghabiskan waktu bertahun-tahun di Amerika. Di usia dua puluh dua tahun, ia langsung mengambil alih sebagian besar pekerjaan di Kim Group, perusahaan yang telah dibangun turun temurun oleh keluarganya selama puluhan tahun.

Ayahnya memilih pensiun lebih cepat dan menyerahkan kursi CEO kepada putra sulungnya. Sejak hari pertama bekerja, hidup Seokjin praktis hanya terdiri atas ruang rapat, laporan keuangan, penerbangan bisnis, dan kontrak bernilai miliaran won. Waktu luangnya hampir tidak ada.
Baginya, menjalin hubungan serius hanya akan menjadi distraksi.

Selama tinggal di Amerika, ia memang beberapa kali menjalani hubungan tanpa komitmen. Bukan sesuatu yang ia banggakan, tetapi juga bukan sesuatu yang ia sesali. Semua dilakukan atas dasar suka sama suka, tanpa janji dan tanpa drama. Ketika akhirnya memutuskan untuk menerima perjodohan itu dan menikah di usia dua puluh delapan tahun, ia menutup bab itu begitu saja.

Pernikahan mereka mungkin hanya formalitas, namun tetap ada janji yang telah diucapkan di hadapan keluarga dan Tuhan. Seokjin tidak berniat mengkhianatinya, meski hubungan itu sendiri nyaris tidak bisa disebut sebagai hubungan pernikahan.

Dan alasan ia menerima perjodohan itu?

Klasik.

Ada satu keponakan yang terus bersaing dengannya sejak kecil.

Ambisius.

Licik.

Dan hanya bisa menjadi penerus perusahaan jika Seokjin dianggap tidak mampu membangun keluarga yang "stabil".
Menikah menghapus satu alasan terbesar dewan direksi untuk meragukannya.

Seokjin telah membangun perusahaan itu bersama ayahnya selama bertahun-tahun.
Ia tidak akan menyerahkannya begitu saja.

You wanna steal my father's legacy and my hard work? Pry it out of my cold, dead hands.

Di sisi lain ada Jeon Jungkook.
Dunia mengenalnya sebagai fotografer sekaligus creative director yang namanya cukup diperhitungkan di industri mode. Wajahnya beberapa kali menghiasi majalah, bukan sebagai model, melainkan sosok di balik kamera yang menghasilkan foto-foto kampanye berbagai merek ternama. Usianya baru dua puluh tujuh tahun, tetapi jadwal kerjanya sering kali lebih padat daripada para selebritas yang ia potret.

Lima tahun lalu, tepat saat usianya dua puluh dua, hidup Jungkook sedang berantakan.

Ia memergoki kekasih yang telah dipacarinyay setahun lebih berselingkuh dan tidur dengan orang lain. Luka itu belum sempat mengering ketika keluarganya datang membawa kabar tentang perjodohan.

"Kalau memang harus menikah," katanya waktu itu sambil menatap kosong secangkir kopi yang sudah dingin, "ya sudah. Siapa pun orangnya.

Ayahnya sampai melepas kacamata.

"Kamu yakin?"
"Iya."
"Maksud Appa, ini pernikahan loh. Kamu gak mau tau dulu siapa orangnya?"

Ayahnya sempat mengira putranya sedang bercanda.
Jungkook tidak sedang bercanda.
Sedetik pun ia tidak meminta foto calon pasangannya.
Ia bahkan lupa menanyakan nama lengkap pria yang akan menjadi suaminya.

Us, EventuallyStories to obsess over. Discover now