Aydeline cara penyebutan nama yang benar : Aydelain
Kini seiring berjalannya waktu hubungan antara Felix dan Aydeline semakin harmonis namun akhir akhir ini Felix sedikit berubah terhadap Aydeline yang dulunya ia dekat dengan Aydeline, kini perlahan...
"Felix ayo makan, kali ini aku masakin yang spesial buat kamu dao bao rou makanan khas china yang terbuat dari babat dengan isian daging cincang, kamu pasti suka."
felix tersenyum kemudian mulai mencicipi makanan tersebut.
"rasanya sangat enak ntah karena aku terlalu menyukai masakannya atau orangnya"
aydeline tersenyum manis dengan sedikit rona merah di pipinya"
tiba tiba saja ponsel felix beedering
namun felix mengabaikannya dan terus menatap aydeline sambil menikmati hidangannya hingga tetesan terakhir barulah setelah itu ia mengangkat teleponnya.
"aku pergi dulu ya" ucapnya seraya mencium tangan aydeline lalu pergi meninggalkannya.
aydeline kemudian duduk di sofa seraya meminum jus lhecy segar.
"Hellena" panggilnya kepada salah satu pengawal wanita.
"iya nona ada apa"
temani aku ke salon.
mereka berdua pun akhirnya pergi ke sebuah salon mewah yang berada di depan butik, aydeline kemudian menata rambutnya dan mengganti gaya potongan rambutnya menjadi berponi serta menghiasi kukunya dengan pedicure indah berwarna merah maroon.
wajahnya dihias menjadi seksi dan elegan dengan lipstik merah maroon dibibirnya yang sangat menyatu dengan gaun yang dia kenakan.
seetelah itu ia pergi ke salah satu perusahaan felix dan menemuinya diruangan. seketika semua mata tertuju pada wanita itu , felix yang kini duduk kini diam membeku di kursi dengan mulut sedikit terbuka.
jakunnya bergerak naik turun saat menatap indahnya pesona wanita dihadapannya.
"shitt" umpatnya dengan desisan.
"kamu tampak 10 tahun lebih muda"
ia langsung menarik aydeline kedalam pangkuannya dan langsung melumat bibir wanita itu.
meski didepannya layar laptop masih menyala dan rapat masih berlangsung ia sama sekali tidak memperdulikannya.
semua rekan yang melihat kejadian itu di layar sangat terkejut dan tidak menyangka bahwa ditengah rapat sepenting ini pun mereka masih sempat sempatnya bercinta.
aydeline yang menyadari hal itu segera menutup laptop.
"kenapa gak bilang si kalo lagi rapat"
"sampe lupa ay"
tiba tiba sebuah panggilan masuk di ponsel aydeline
"iya bu?
"anak ibu matheo baru saja membuat kekacauan besar di kampus"
"Baik saya kesana sekarang"
"biar aku yang urus" ucap aydeline segera pergi meninggalkan felix.
sesampainya disana aydeline melihat kepala ankanya berlumuran darah sementara temannya berlumuran sedikit darah dari bibir.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"ada apa ini"
"anak ibu terlah memulai perkelahian duluan"
"chek cctv" kata aydeline tegas, saat cctv di setel terlihat jelas temannya mengejek matheo dengan kasar hingga akhinya matheo menghantamnya duluan"
" lihat siapa yang duluan"
"tapi ia tidak memukul bu hanya mengejek"
"tapi ia memulai duluan"
"dan lukanya tidak separah anak saya"
tiba tiba saja pintu terbuka dan kedua orangtua temannya datang dan langsung memeluk anaknya"
"KAMU!!!!"
"APA!!" Bentak aydeline
" tanggung jawab" ucap ibu temannya.
"kamu juga tanggung jawab untuk anak saya" jawab aydeline
" anak kamu duluan yang mulai"
" lihat aja cctv siapa yang mulai"
"baik saya akan tanggung jawab"
"tapi setelah saya pikir pikir lebih baik tidak usah" ucap aydeline seraya tersenyum sadis.
"matheo pukul kepalanya sama seperti dia mukul kamu" kata kata itu seketika membuat semua orang kaget.
"apa?"
"tidak"
"PUKUL!!!!"
PLAKKK!!! Sebuah hantaman yang sangat keras menghantam kepala anak itu hingga semua lantai berlumuran darah.
ayah anak itu kemudian maju dan menggenggam tangannya dan hendak melayangkan pukulannya ke wajah aydeline.
namun sebuah tangan yang jauh lebih kekar mencengkram tangannya dan langsung mematahkannyaa'
"AAARGHHHH!!!!"
Kini felix mantan sang mafia besar tengah berdiri dihadapannya"
"sehelai saja kau menyentuh rambutnya maka akan ku pastikan jantungmu sudah tidak berada didadamu lagi"
"ayo pulang" ucap felix seraya menarik tangan aydeline ke keluar diikuti matheo di belakangnya"
sesampainya di rumah aydeline segera mengobati luka dikepalanya"
"kamu nakal banget sayangg"
"mami udah bilang abaikan aja tapi masih kamu ladenin"
"maaf mi habisnya aku panas dengernya"
"yaudah sana makan dulu mami udah masakin buat kamu habis itu langsung istirahat"