Kehidupan Anya selama beberapa bulan semenjak kepindahan nya, sangat Damai. Ia bertemu dengan Arshaka, tetangga samping rumah nya, yang terkadang menyebalkan, tetapi juga baik padanya.
Kehidupan sekolah yang awalnya Damai, berubah untuk Anya kala n...
Oops! Bu görüntü içerik kurallarımıza uymuyor. Yayımlamaya devam etmek için görüntüyü kaldırmayı ya da başka bir görüntü yüklemeyi deneyin.
🦋
Air yang berjatuhan, awan yang gelap dan angin yang kencang. Hujan turun sore ini, mengguyur sebagian isi dari bumi.
Langkah ringan yang terus menerobos hujan dengan senyum manis yang basah. Dianara Anyafa. Dengan tubuh basanya terus bersenandung pelan. Menikmati setiap tetes air yang membasahi nya.
Tubuh yang di Baluti seragam putih abu-abu, sudah benar-benar basah. Bagian ujung rok yang di kenakan nya sudah sedikit kotor, akibat lumpur yang ia pijak dengan kuat.
Sepatu putih yang sudah tak putih lagi, tergantung di tas yang ia sandangkan di bahu nya.
Hujan, aku menyukai mu.
Setiap air hujan yang membasahi tubuhnya adalah hal yang paling ia suka. Mereka jatuh dengan bebas, membasahi bumi. Membuat bumi perhentian sejenak dari rasa panas.
Jika orang akan berteduh, maka aku akan meminta untuk di basahi, Hujan.
Jika orang marah karna air mu, maka aku berterima kasih pada mu, Hujan.
Setiap langkahku di bawah mu saat ini adalah yang paling sempurna.
Anya menyampu kan tangannya di wajah, membersihkan air hujan yang membasahi matanya, agar ia bisa melihat dengan jelas sejenak.
"Abi....." Katanya lirih.
Langkah melambat, sedikit menyipitkan matanya, menatap lama pada satu sosok pria yang berteduh di gubuk yang sepi.
Langkah nya lambat, bukan karna lelah terus menari di bawah hujan. Tapi langkah pelan karna seperti ada sesuatu yang berat menahan kakinya.
Perlahan, tapi sampai.
"Kamu Abi?"
Ujar Anya pada laki-laki di depan nya.
Hening.
Hanya terdengar hujan yang semakin lama, semakin pelan.
"Meru, aku Meru kamu Dian."
"Aku Anya, bukan Dian."
Ketika itu Anya rasa dirinya ingin pergi dari hadapan laki-laki itu. Ingin lari sekenceng mungkin. Pergi jauh hingga mata yang dulu ia tatap dengan penuh kagum tak lagi bisa melihat sehalai rambutnya.
Satu langkah ke belakang.
Dua langkah.
Dan berbalik.
Berbalik meninggalkan laki-laki itu dengan langkah yang pelan, tubuhnya sedikit membungkuk, tak ada lagi senyum manis saat air hujan membasahi nya. Hanya raut datar yang tersisa bersama air hujan di tanah.
Biarkan aku membenci mu, seperti aku membenci hujan yang tak lagi turun.
🕊
"Aneh kalau gue gak jatuh cinta sama lo, tapi gue takut kalau hujan reda lagi."
"Dan gue yang akan memohon agar hujan terus turun."
Oops! Bu görüntü içerik kurallarımıza uymuyor. Yayımlamaya devam etmek için görüntüyü kaldırmayı ya da başka bir görüntü yüklemeyi deneyin.