🎭 BAB 10 : Shana Ikut Tumbang

56 13 5
                                        

Tanpa perlu panjang lebar, sebelum baca alangkah baiknya vote dan komen terlebih dahulu. Kalau berkenan, follow akun nona villain juga biar ga ketinggalan info update.
Terima kasih.

 Terima kasih

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

🎭







Shana memang anak preman terkuat di dunia nyata. Dia pribadi yang tangguh dan tidak mudah menyerah pada keadaan. Sikapnya barbar dan beringas.

Namun, Shana bukanlah superhuman. Tubuh Shana tidak tercipta dari armor ataupun besi. Gadis itu masih seorang manusia biasa.

Bergulat dengan anjing Doberman di dalam kerangkeng yang sempit terdengar mustahil di telinga orang lain. Tapi Shana mampu melakukannya, dan dia memenangkan pertarungan antara hidup dan mati itu.

"Uhuk. Uhuk."

Sayangnya, Shana tidak menang secara cuma-cuma. Ada bayaran mahal untuk semua itu.

Persis setelah adrenaline rush-nya menghilang, tubuhnya mulai merasakan efek cedera parah yang dialami.

Luka cakar di lengan, pipi, leher, serta gigitan pada kaki dan juga sobekan parah di tangannya. Seluruh bekas luka itu terasa nyeri luar biasa. Terutama bagian lengan yang tulangnya terlihat.

Tubuh Shana dingin. Kulitnya sepucat mayat. Menit ketiga setelah Doberman tumbang, Shana juga ikut ambruk di sebelahnya.

Bruk!

Gadis itu lemas karena kehilangan banyak darah. Jari-jarinya sulit untuk digerakkan. Pusing. Mual. Pandangan Shana juga berkunang-kunang.

"Uhuk! Uhuk!" Shana kembali memuntahkan darah bercampur cairan bening dari mulutnya.

Sakit. Shana tidak sanggup menahan semuanya. Badannya seperti dihancurkan sampai lebur saking sakitnya.

Dia mencoba meneguk ludah karena tenggorokannya kering, tapi rasanya seperti sedang menelan pecahan-pecahan beling.

Shana tidak berdaya. Kelopak matanya semakin sayu. Sementara darah terus mengalir keluar dari luka-luka yang bersarang di tubuhnya.

Di saat-saat seperti ini, Shana tidak bisa mengingat apa pun selain sosok tunangannya.

Ratara. Kapan cowok itu akan datang dan menyelamatkannya lagi seperti dulu? Shana mulai tidak tahan. Dia muak melakukan perlawanan sendirian.

"Argh." Shana meringis pelan, sangat pelan sampai lalat yang lewat pun tidak akan mendengar.

"Heh?" Ivanna melangkah mendekat. Salah satu alisnya terangkat tinggi. "Rupanya kamu berakhir tumbang juga."

Wanita itu bersidekap dada di dekat kerangkeng, lalu melayangkan kakinya yang berbalut high heels merah untuk menendang jeruji besi.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 02 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Let Me Be Villain | #2 [ Hiatus ]Stories to obsess over. Discover now