TETANGGA🔞

12.6K 6 0
                                        

"Pa lihat kakak dapat 85 ulangan kimia"

Annora yang baru saja melepaskan sepatunya, langsung berlari pada Papanya yang sedang bersantai diruang tamu. Annora mengambil posisi duduk di sebelah papanya dan memperlihatkan selembar kertas pada papanya.

Papanya tersenyum lalu mengelus surai gadisnya lembut.

"Baru 85 kak, liat noh anak tente Rita tiap ulangan dapat 100"

Annora mengendus tidak senang, melihat mamanya datang membawakan buah di dalam piring.

"Papa..." Niat hati mengadu tapi papanya hanya tersenyum. Mood Annora seketika langsung jatuh, Padahal ia sudah bersusah payah belajar hingga larut malam namun inilah hasil yang ia dapat.

Dengan kesal Annora mengambil buku catatan biologinya dan pergi begitu saja meninggalkan Papa dan Mamanya.

"Kakak makan dulu!"

Annora tidak mengubris, Mamanya memang kerap sekali membandingkan dirinya dengan tetangganya itu. Bukannya Annora bermalas-malasan tapi memang otaknya hanya memiliki kapasitas minimum jadi sekeras apapun dia belajar, ia yakin tidak akan bisa melampaui pretasi tetangganya itu. Jangan melampai, mengimbangi saja ia tidak yakin.

Annora yang masih memakai seragam sekolahnya berjalan menyebarani jalan perumahan yang tidak ramai itu. Ia mengetuk rumah tante Rita yang merupakan sahabat mamanya.

"Ah- Annora sayang, ayo masukk" Begitu mendengar suara lembut Tante Rita, Annora langsung tersenyum sumringah.

Memang ya, kenapa mama orang lain lebih lembut ketimbang mama sendiri?

"Duduk dulu sayang, biar tente buatkan minum-"

"Aduh tante ga usah repot-repot. Annora mau ketemu Zoiro tan, mau belajar bareng"

Tante Rita tersenyum dan mengangguk, ia mempersilahkan Annora untuk langsung saja naik kelantai 2. Karena mereka memang teman sedari kecil, Tante Rita membiarkan anak sahabatnya itu naik sendiri.

Sampai di depan kamar yang di ketahui Annora, ia mengetuk pelan namun tidak ada sahutan. Dengan bermodalkan memanggil nama Zoiro, Annora membuka pintu.

"EH?"

Annora melihat Zoiro hanya memaki handuk sebatas pinggangnya, kedua manusia itu terkejut. Annora langsung memalingkan wajahnya, merasa malu karena baru kali ini ia melihat perut lelaki itu setelah 7 tahun tidak melihatnya. Ya terakhir adalah kelas 5 sd, dimana mereka masih belum merasa malu memakai pakaian mini.

"Ck, ketuk dong"

"Udah lo nya ga nyahut"

"Masuk" Zoiro berdecak sebal lalu mempersilahkan Annora masuk, ia juga kembali kedalam kamar mandi untuk memakai pakaiannya.

Annora masuk kedalam, duduk pada ranjang Zoiro. Ia menatap kamar pria itu, tidak banyak yang berubah, padahal terakhir ia masuk kedalam kamar ini adalah dua tahun lalu ketika dirinya di suruh membangunkan Zoiro.

"Apa?"

Annora menoleh pada Zoiro yang sudah memakin celana pendek dengan kaos rumahnya.

"Ehem, ajarin gue biologi, besok gue ulangan" Ia menengadah menatap Zoiro yang berdiri di depannya.

Zoiro mengangkat alisnya sebelah "Terus?"

"Kata mama gue, lo pintar jadi minta tolong ke lo" Ucap Annora mengalihkan tatapannya, merasa malu karena dirinya terkesan bodoh.

Zoiro menghela nafasnya, ia kemudian duduk pada karpet berbulu yang ada didalam kamarnya. "Kemari" Ucapnya.

Annora tersenyu, ia kira tetangganya itu akan malas karena siang ini cuaca sedang dingin dan lebih cocok untuk tidur siang saja.

SHORT STORY (21+)Donde viven las historias. Descúbrelo ahora