Main bertiga

538 0 0
                                        

Tokoh2 mahasiswa:

Tom

Dante sebagai gue

Jenina

Michelle

Lokasi awal di Bar lanjut ke Flat atau rumah sewa.

Tinggalin jejak dulu. Kasi vote ☆☆☆
Follow profil karena buku suka ilang.

Follow karyakarsa aku: @nyonyaandara01

×××××××

Cewek-cewek udah balik ke meja pas kita balik bawa minuman. Udah jelas banget buat semua orang kalo cewek berdua itu nggak pake beha. Empat puting tegang banget nonjol dari balik baju mereka. Punya Janine keliatan lebih gede daripada punya Michelle, tapi punya Michelle lebih nonjol.

Sempurna banget dah. "Hai cowok-cowok," kata Michelle.

"Oh, pas banget, minuman kita dateng. Makasih ya!" Janine langsung nempelin seluruh pinggul sama pahanya ke gue.

"Lo minum apaan?" katanya ke gue.

 "Cola," kata gue. Terus gue niruin suaranya Clint Eastwood, "Cowok keren harus ngerti batasan dirinya.”

"Liat aja nanti, gue ogah ngerjain tugas lo lagi," kata Tom sambil nyeruput wiskinya. kesindir.

Gue cuma nyeringai terus geleng-geleng. Abis itu kita berdua senyum.

Michelle nyeletuk, "Kalo kita bisa nongkrong di tempat lain, gue pengen cabut dari sini sekarang juga."

"Gue juga," timpal gue, Tom ngangguk-ngangguk.

"Kita kemana?" tanya Janine.

"Kamar kita. Gue sama Tom tinggal di sebelahan kamar doang. Ini bukan asrama biasa. Dulu bekas rumah petani yang dibeli kampus. Katanya sih, beberapa tahun lagi mau dirobohin terus dibangun asrama baru, tapi ya buat sekarang sih ini rumah kita. Kita di lantai dua. Di atas sana cuma ada kamar kita sama kamar mandi doang. Kamar mandi rumahan gitu. Ada dua wastafel kecil, WC, sama bathtub yang ada showernya. Cuma ya agak jadul banget," jelas gue.

Jelaskan kalo dua bajingan ini anak orkay!

"Kedengerannya sih lebih mending daripada kamar punya kita," kata Michelle.

"Kayaknya yaaa, kita juga udah usaha dekor," sahut Janine. "Kamar kita lumayan lah. Tapi nunjukkin banget siapa kita berdua, kalo lo merhatiin detailnya."

"Kayak di keranjang baju kotor, rak buku, sama rak DVD," Michelle ngakak.

"Atau di laci nakas lo," timpal Janine. "Kena lo."

"Kamar lo kayak gimana?" tanya Michelle ke Tom.

"Campuran renovasi jadul ala 60-an, kamar kuliah standar yang isinya perabotan asrama, buku, sama barang-barang, plus sedikit sentuhan 'gua banget', jadi satu," jelas Tom.

"Kandang babi," sahut gue, ketawa.

"Tapi yang punya pesona," bales Tom. "Nggak kayak kamar tidur bocah umur tiga belas tahun di rumah, kayak punya lo, Dan." 

BOYFRIEND Where stories live. Discover now