15. LDR Part 1: Linka yang Cuek atau Shaka yang Kecintaan?

2.1K 477 633
                                        

Chapter ini harus 400+ vote dan 600+ komentar, dengan catatan wajib spam komentar di setiap paragraf yaa!

Enjoy 🐻💗

Hari ini adalah hari Rabu

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Hari ini adalah hari Rabu. Itu artinya, sudah dua hari Revandra Shaka Widjaja berada di Shanghai untuk perjalanan bisnisnya. Pria berusia dua puluh empat tahun yang menjabat sebagai CEO Widjaja Corp itu pergi ditemani oleh asisten pribadinya, Bram.

Di dalam ruang rapat eksklusif yang bernuansa oriental modern, pertemuan penting dengan salah satu partner bisnis terbesar perusahaan sedang berlangsung. Proyek kerja sama ini bernilai triliunan rupiah, sebuah agenda krusial yang seharusnya menjadi fokus utama seorang pemimpin perusahaan. Anehnya, CEO muda yang biasanya selalu menguliti data presentasi dengan tajam itu kini terlihat sangat tidak fokus.

Shaka duduk menyandarkan punggung tegapnya di kursi dengan postur mendominasi. Namun, bukannya menatap layar proyeksi di depan, pria itu justru berulang kali mengecek layar ponsel di genggaman tangan kanannya, sementara jari kirinya terus mengetuk meja dengan cepat.

Layar ponsel itu menampilkan ruang obrolannya dengan Linka.

"Iya, Pak."

"Lagi sibuk, Pak."

"Saya sudah makan, kok."

Hanya itu balasan dari Linka. Tiga pesan super singkat yang dikirim dengan jeda berjam-jam. Setiap kali Shaka menanyakan kabar atau meminta wanita itu untuk mengangkat teleponnya, Linka selalu punya seribu satu alasan untuk menghindar. Sedang di jalan lah, sedang menyiapkan berkas lah, atau sedang di toilet.

Sejak panggilan video mereka di Sabtu malam itu, Linka benar-benar membangun tembok tebal dan menjaga jarak dengannya.

Wanita itu jelas sekali berniat menjauh. Dan fakta itu sukses membuat Shaka luar biasa frustrasi.

Shaka menghela napas kasar. Rahangnya mengeras menahan emosi. Pria yang selama ini selalu menganggap asmara adalah hal yang tidak penting, kini justru kehilangan akal sehatnya hanya karena diabaikan oleh seorang wanita.

Di kursi sebelah kanannya, Bram sesekali mencuri pandang ke arah bosnya. Sebagai asisten yang sudah hafal tabiat Shaka, Bram hanya bisa menelan ludah dengan susah payah. Aura Shaka benar-benar gelap. Bram tahu betul bahwa mood jelek bosnya siang ini bukan karena negosiasi bisnis yang alot, tapi karena seseorang. Yaitu Jasmin Linka Prameswari.

***

Sementara itu, di Jakarta.

Jam istirahat makan siang baru saja dimulai. Linka merapikan meja kerjanya dan mengambil ponsel serta dompetnya. Beberapa hari ini, dia memang sengaja makan sendiri atau pergi ke kantin bersama anak divisi lain. Dia benar-benar memutus interaksi dengan Jelita, Ayumi, dan Mentari di luar urusan pekerjaan.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: 6 days ago ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

LinShaka Where stories live. Discover now