Beautiful

1.1K 195 45
                                        

"Sarapan dulu, mama cuma bisa buat spaghetti" ucap seorang wanita paruh baya yang nampak sedikit lelah dan lesu. Ia bahkan terus menutup matanya saat dimeja makan lantaran istirahatnya yang sangat kurang.

Sementara seorang remaja yang duduk dihadapannya sesekali menatap sang mama sambil terus memakan sarapannya. Hingga selesai ia mengetuk meja makan beberapa kali guna menarik atensi mamanya. Emma mendongak lalu menatap anaknya yang menyodorkan piring kosong padanya, ia tersenyum lembut lalu bangkit untuk mengambil segelas susu hangat yang sudah ia persiapkan.

Emma duduk memperhatikan anaknya yang dengan segera meminum susunya dengan cepat.

"Makasih ma" Emma mengangguk. Lalu melirik jam dinding yang masih ada sedikit waktu.

"Sekolah kamu aman ?" Gala mendongak lalu mengangguk pelan.

"Tidak ada yang menganggu mu lagi kan ?" Tanya Emma yang masih terus khawatir. Tentu saja, siapa yang tak khawatir saat anak mu mendapatkan Bullyan hanya karena ia tak bisa bicara, dengan kata lain bisu.

Benar.

Gala Abhiraya bisu sejak kecil, sejak umurnya 5 tahun akibat kecelakaan fatal yang membuat pita suaranya pecah. Jika pun Gala mencoba mengeluarkan suaranya hanya lirihan kecil yang tak bisa didengar jika telinga tidak tepat didepan bibirnya.

Gala juga sudah beberapa kali pindah sekolah sejak SD sampai SMA, entah sudah yang keberapa kalinya ia pindah, dan hari ini ia menjadi murid baru di sebuah sekolah swasta yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

"Maafin mama ya... mama sayang sama Gala, jadi maafin mama" Emma menggerakkan tangannya guna berbicara dengan sang anak. Gala yang melihat itu menunduk, matanya memanas, rasanya ingin menangis. Setiap waktu Emma selalu mengatakan jika ia menyayanginya dan Gala percaya.

Gala hanya memiliki Emma seorang, ia begitu bergantung pada mamanya. Karena memang dunianya hanya Emma. Jadi, ia juga begitu menyayanginya.

Gala menggerakkan tangannya mengatakan jika ia juga begitu menyayangi mamanya. Dan berkata jangan khawatir, ia berjanji ini adalah sekolah terakhirnya.

Setelah melewati pagi yang begitu menyenangkan, Gala bergegas kesekolah menggunakan bus kota, namun ia harus berjalan sedikit untuk sampai ke halte. Dunia Gala tidak sepenuhnya hening, ia hanya bisu, ia hanya tak bisa bicara tapi pendengarannya normal seperti yang lainnya. Itulah kenapa ia tak memakai alat bantu dalam kehidupannya.

Gala selalu berharap, disetiap langkahnya ia selalu berdoa jika ia tidak mau menyusahkan mamanya dengan berpindah-pindah sekolah. Karena kekurangannya ia selalu menjadi sasaran Bullyan anak-anak yang selalu menganggap dirinya aneh.

Benar, kali ini semoga tuhan benar-benar mau mengabulkan doanya.

Saat melihat bus yang harus ia naiki, Gala segera berlari untuk bisa sampai apalagi melihat pintu bus yang akan menutup, namun beruntung seseorang menahan pintunya membuat ia bisa bernafas lega. Gala menundukkan kepalanya sambil tersenyum mengucapkan terima kasih dalam hatinya.

Pria itu mengangguk sekilas sambil memperhatikan Gala dari atas sampai bawah, ternyata mereka memakai seragam yang sama.


_______________________

Beberapa menoleh melihat Gala, tentu saja karena wajah asing ada disekitar jelas ia menjadi pusat perhatian sesaat ia menginjakkan kakinya di pekarangan sekolah. Gala tak begitu memusingkan, ia ingin mencari ruang guru untuk menanyakan kelasnya.

Tapi, ia tak tau harus kemana, ingin bertanya pun segan karena takut.

"Lo nyari ruang guru ?" Gala menoleh saat merasa seseorang berbicara dengannya, ternyata orang yang sama saat di bus tadi. Gala mengangguk pelan.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 05, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Beautiful Where stories live. Discover now