ℙ𝔼ℝ𝕀ℕ𝔾𝔸𝕋𝔸ℕ: bagi pembaca.
Cerita ini mengandung elemen psikologis yang kompleks, simbolisme batin, dan tema berat tentang cinta, trauma, serta kehilangan kemanusiaan.
Dunia di dalamnya tidak selalu masuk akal, karena ia berbicara lewat ketakut...
dunia itu penuh ratusan kepala manusia yang terpenggal berjatuhan dari atas langit-langit kemerahan, semua di sekitar sangat mencekam.
Zaland merasakan sakit kepala yang begitu nyata, seperti ada seorang yang memukul dengan batang kayu yang keras. tapi dia sadar berada di alam bawah sadar mimpi. "Lucid dream"
Ia mengintropeksi diri dan memikirkan untuk kembali bangun dari mimpi buruk ini, zaland hanya melihat keatas dan kebawah dan di sekitarnya, sambil memikirkan cara keluar dari tempat busuk ini.
Namun, saat masih dalam lamunannya dia melihat cermin di kamar mandi dan toilet penuh kotoran berlumut. Dan dia berjalan untuk mendatangi tempat itu. "Kata orang-orang.... tempat jorok seperti ini-" zaland menekukan kaki kirinya dan membungkuk-kan tubuhnya untuk melihat area pijakan yang berisi kotoran dan lumut busuk.
"Ini aneh...?" Gumamnya, lalu melanjutkan dengan wajah yang kebingungan "i..in..iniii...? Portal dimensi...!"
Saat zaland menyadari ini, seketika semua berubah, cahaya terang memenuhi tempat itu.
Tinggggg...!!!
Zaland terbangun di atas meja kerjanya, di terangi lampu kecil gantung, penuh akan buku majalah dan ada setumpuk buku tertata rapi, di bagian lainnya ada kotak pulpen, dan koran-koran yang sedikit terhambur dengan lecekan-lecekan yang di atasnya segelas kopi hitam yang sudah kering. "cahaya itu terang sekali... Di mana aku..." Ia sedikit membuka matanya "ahh, apa ini buku catatan harian ku?" Suaranya lemas. "Kok banyak tintah warna merah...?" lalu sedikit menggerakkan punggungnya dan menggosok-gosok matanya "darahhh... Apa aku bunuh diri lagi!" Ucap nya dengan wajah tersentak gaket dan alis berkerut.
Dia membaca isi catatan di tangannya, lalu mulai membuka isi dari buku catatan ini, dan ternyata tidak di sangka, tulisan yang ada di buku catatan ini bertuliskan.
[aku akan mencoba melakukan kontrak bersama setan untuk mendapatkan tubuh tanpa rasa sakit. Dengan catatan harus bunuh diri tujuh kali di ruangan tertutup, jika gagal jiwa ku tidak akan kembali]