Prolog

44 2 0
                                        

Tujuh orang datang berbarengan, berjalan masuk ke sekolah. Semua mata memandang ke arah mereka. Ketujuh orang tersebut memasang pose angkuh, seolah-olah mereka adalah pemeran utama dari drama Korea. Berkhayal ada background music korea ketika mereka berjalan. Serasa paling tampan karena dilihat oleh para murid wanita. Sang guru wanita yang sangat cantik berjalan, langkahnya anggun, mendekati mereka semua. Lalu, satu persatu telinga mereka dijewer oleh sang guru.

"Dimas! Haikal! Argan! Kian! Mahen! Rafka! Evan! Lagi-lagi kalian ya telat, bersihin sampah sekarang juga sebagai hukuman!" Bu Mira dengan jengkel berbicara.

Dan mereka hanya bisa mengaduh sambil mengelus telinga. Dan murid lain yang melihat tadi tertawa terbahak, murid wanita menatap jijik seolah mengatakan iuwh.

.

.

.

.

.

Dimas hanya memandang kosong, gundukan tanah itu masih basah. Tapi ia masih merasa terjebak di masa lalu.
Haruskah secepat ini? Kenapa hanya dia yang bertahan?

.

.

.

"Lu harus sadar, Dim."

.

.

.

"Aa teh gapapa?"

.
.
.

To Be Continue....

Tujuh orang datang berbarengan, berjalan masuk ke sekolah. Semua mata memandang ke arah mereka. Ketujuh orang tersebut memasang pose angkuh, seolah-olah mereka adalah pemeran utama dari drama Korea. Berkhayal ada background music korea ketika mereka berjalan. Serasa paling tampan karena dilihat oleh para murid wanita. Sang guru wanita yang sangat cantik berjalan, langkahnya anggun, mendekati mereka semua. Lalu, satu persatu telinga mereka dijewer oleh sang guru.

"Dimas! Haikal! Argan! Kian! Mahen! Rafka! Evan! Lagi-lagi kalian ya telat, bersihin sampah sekarang juga sebagai hukuman!" Bu Mira dengan jengkel berbicara.

Dan mereka hanya bisa mengaduh sambil mengelus telinga. Dan murid lain yang melihat tadi tertawa terbahak, murid wanita menatap jijik seolah mengatakan iuwh.

.

.

.

.

.

Dimas hanya memandang kosong, gundukan tanah itu masih basah. Tapi ia masih merasa terjebak di masa lalu.
Haruskah secepat ini? Kenapa hanya dia yang bertahan?

.

.

.

"Lu harus sadar, Dim."

.

.

.

"Aa teh gapapa?"

.
.
.

To Be Continue....

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 23, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Semesta - 7 Barudak - NCT Dream AUStories to obsess over. Discover now