Bab 1: Sebuah Misi

1.1K 102 9
                                        

[Selamat datang, wahai pembaca.]

Mata coklat itu mengerjap beberapa kali.

Apa yang terjadi?

Di mana ini?

[Kau ada di dunia transisi.]

Tunggu, apakah ada sosok lain yang bisa mendengar suara hatinya?

Terakhir kali, ia tengah meliput langsung kerusuhan yang terjadi akibat demonstran dan para aparat.

Apa-apaan ini? Tiba-tiba masuk ke dunia transisi?

Lagi, apa pula yang dimaksud dunia transisi?

[Singkatnya, dunia transisi adalah tempat di mana kau singgah sebelum masuk ke dalam dunia fiksi.]

Tunggu ... dunia fiksi? Yang mana?

Dia tidak ingin masuk ke dunia fiksi itu. Tidak saat semua tokoh pria yang dibacanya adalah para bajingan. Lebih baik dia─

[Apa kau tidak ingin kembali?]

Kembali? Tentu saja ingin.

Namun apa gunanya kembali ketika dunianya sedang kacau? Lebih baik ia mengadu pada ayahnya di akhirat.

[Apa kau tidak merindukan ibu dan para adikmu?]

Helaan napas terdengar.

"Apa kau akan berhenti mencampuri urusanku jika aku menjawab?" Kini ia berseru kesal.

Rasanya percuma.

Ia hanya akan bekerja sampai mati jika kembali ke dunianya.

Senioritas yang tinggi, gaji tidak seberapa, beban kerja tak tanggung-tanggung, belum lagi pajak dan bahan pokok yang melambung tinggi.

Hanya itu?

Oh tentu tidak.

Para pejabat korup, pemimpin yang tidak mendengar rakyat, ketimpangan sosial, ada banyak sekali masalah yang entah sejak kapan tidak akan selesai.

Belum lagi hutang yang menumpuk, tuntutan sosial mengenai wanita yang harus menikah di usia sekian, dan lelaki di dunia nyata yang tak begitu bisa dipercaya.

[Baiklah.]

Dahi sosok tersebut berkerut bingung. "Baiklah? Aku bahkan belum menjawab tawaranmu."

[Tapi kau yang harus menyelesaikan misimu.]

Misi? Misi apa?

[Semoga berhasil.]

Tunggu! Apa maksudnya?

The Demon's Obsession [END]Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora