"Oh, holla." Sapa Bae melambaikan salah satu tangannya yang tak memegang tas, memberikan senyuman lesu namun tak menghentikan langkahnya dan terus saja melangkah menaiki tangga tanpa menunggu sang ayah mengatakan kata lain selain namanya.
Tidak sopan memang, namun Bae terlanjur kelelahan untuk menghadapi dunia, ia butuh tidur sebentar sebelum menghadapi amukan orang tuanya atau plot twist dunia yang terkadang suka bercanda dengannya.
Tuan Han geram, memandang siluet Bae yang terlihat acuh tak acuh menaiki tangga, meninggalkan ruangan tanpa menoleh kembali.
Namun nyonya Han berdiri, dengan cepat memegang tangan suaminya, bukan untuk membela Bae namun ia menemukan sebuah ide yang terasa sangat cemerlang saat ini. "Suamiku, bagaimana jika Jinsol menggantikan Jisung untuk menikah dengan Sullyoon?"
Tuan Han menoleh dengan cepat, memandang istrinya seolah berkata jika wanita itu baru saja mengatakan hal paling konyol sepanjang hidupnya, menanggapi ekspresi aneh yang terpampang jelas pada wajah suaminya, nyonya Han langsung saja menjelaskan.
"Ini tidak seperti Jinsol akan benar-benar menikahi putri bungsu Seol, tidak ada yang melanggar norma dalam keluarga kita karena putri bungsu Seol telah menjadi mayat," Nyonya Han memberikan sebuah senyuman, nadanya terdengar merayu. "Poin utamanya kita tidak kehilangan kerja sama dengan keluarga Seol dan Jisung bisa menikahi gadis kaya lain yang membuat perusahaan kita semakin meningkat, ini yang disebut memancing dua ikan dengan satu kail."
Tuan Han mendengarkan dengan seksama, omongan istrinya tidak salah sama sekali dan benaknya setuju dengan cepat, keluarga mereka dalam sejarah tak ada perempuan yang menikahi perempuan dan Bae bisa menjadi aib dimana dia menikah dengan seorang perempuan, namun pengantin nya telah tewas jadi hal ini sepenuhnya tidak terasa salah.
Namun masalah sebenarnya hadir pada keluarga Seol itu sendiri, apakah keluarga Seol mau menerima pengganti dan pengganti pengantin pria adalah seorang perempuan?
"Ide mu luar biasa, tapi bagaimana tanggapan keluarga Seol?" Tanya tuan Han memberikan tatapan bertanya pada istrinya, meminta solusi lain dari otak licik istrinya yang terkadang meski diluar nalar, bisa jadi jalan keluar yang baik.
"Kita bisa menjelaskan situasinya pada tuan Seol, aku yakin mereka akan mengerti mengingat mereka juga memiliki putra yang menjadi penerus keluarga, ke khawatiran kita pasti bisa dipahami oleh mereka." Jelas nyonya Han dengan sebuah senyuman penuh kemenangan, sangat lebar karena bahagia setelah memahami jika suaminya setuju dengan ide nya.
Tuan Han nampak mengangguk mengerti, tidak ada salahnya untuk dicoba terlebih dahulu. "Jisung, minta Jinsol untuk bersiap-siap, aku akan menelpon tuan Seol untuk meminta waktunya, kita harus membahas hal ini segera dengan tuan Seol."
Han Jisung, yang masih duduk dengan kepala menunduk nampak mengepalkan kedua tangannya yang berada di kedua pahanya, menumbalkan adiknya untuk menjadi pengganti Jisung setelah seluruh perlakuan favorit dan tidak adil keluarganya terhadap Jinsol, Jisung merasa harus membela Bae.
Namun ia tak bisa melakukannya, ia tak mampu.
Ia tak memiliki satupun kehendak penting meski ia diperlakukan spesial.
"Baik, ayah." Kata-kata yang paling enggan Jisung lontarkan akhirnya keluar begitu saja, tak bisa ditahan olehnya sendiri.
Jisung berdiri dari duduknya, ia menunduk dengan sopan guna berpamitan dari hadapan kedua orang tuanya dan berlalu menaiki tangga untuk mencapai kamar Bae berada.
• ✿ • ✿ • ✿ •
Langit malam di kota Seoul saat ini cukup indah, bulan yang masih berbentuk sabit bersinar dengan cerah nya sementara bintang-bintang memilih untuk memberikan jarak agar tak mengganggu keindahan sang bulan yang ingin tampil indah sendirian. Sesekali awan berlalu dengan lembut bagaikan kapas yang terbawa oleh angin, memberikan kesan misterius namun memberikan sebuah pesona yang terlihat sangat cantik secara bersamaan.
YOU ARE READING
Wait, WHAT?!
FanfictionMenjadi seorang lesbian tak pernah sekalipun mampir dalam benak seorang Bae Jinsol, tidak pula ia berniat untuk menikah dengan orang yang telah tiada dan menjadi pengantin dari seorang mayat. Namun kematian tunangan kakaknya, juga desakan keluarga t...
• wait, WHAT?! • chapter 01 •
Start from the beginning
