#AGGRESYA# 1

19 2 2
                                        


•pertemuan•
_______

"CARI DIA JANGAN BIARKAN DIA TERLEPAS, TEMUKAN SEBELUM DIA PERGI TERLALU JAUH!"
Sura teriak itu sangat nyaring, sampai bergema si setiap sisi hutan.

Seluruh pasungan berpencar ke berbagai arah, dengan senjata api di tangan mereka dan belati tajam.

Disisi lain seorang gadis berlari tidak menentu arah, sesekali meringis perih di luka tembakan bagian perut.

Sungguh saat ini gadis itu ingin pingsan pandanganya mulai Buaran samar-samar ia melihat seorang pemuda dengan kaos hitam menghampiri nya dengan raut heran bercampur khawatir, Sebelum gelap datang.

______

Cahaya mentari masuk melalui jendela yg dibiarkan terbuka. Didalam ruangan itu ada seorang gadis terbaring tak sadarkan diri dengan perban di perut dan kepala.

Di sampingnya berdiri seorang pemuda dengan nampan makanan di tangan nya.
Netra mata itu mulai bergerak sedikit terusik dengan cahaya matahari. Matanya mulai terbuka melihat keseluruhan ruangan dan berhenti ketika melihat seorang pemuda di sampingnya.

Dengan cepat gadis itu langsung mendorong laki-laki itu sampai terhentak di dinding.

"SIAPA KAU HAH!!"
Matanya tajam dan aura yang keluar membuat pemuda di depannya bergetar takut.

"A-a-aku n-nemuin k-kamu di hutan, ja-jadi aku membawa kamu kesini d-dan mengobati luka kamu"
Sungguh laki-laki itu sudah bergetar hebat dengan mata berkaca-kaca tak berani melihat langsung ke arah gadis di depannya.

perlahan aggresya melepaskan cengkraman nya, memandang penuh selidik pada manusia di depannya.

"Dimana ini?" Tanya nya datar.

"A-aa d-di rumah a-aku" sungguh Kenzo masih takut dengan tatapan aggres yg tajam.

"Desa?"

"Hah?"

Suara decakan keluar dari bibir aggres. Sungguh kenapa anak ini lemot sekali.

"Di desa mana?" Ucap nya menahan geram.

"D-di desa A"

"Desa A" beo nya.

Ujung bibir aggres terangkat membentuk seutas senyum, bagaimana tidak? Saat ini lelaki di hadapannya seperti kucing habis kecebur, ujung rambutnya basah karena keringat, tubuhnya bergetar,dan jangan lupakan baju yg dipakainya.

Kaos warna biru langit dengan celana hitam selutut.

Sangat menggemaskan! 'Rasanya kayak pengen gua masukkan didalam karung trus gua banting-banting' batinnya.

Aggres membalikkan badan, tatapannya meneliti setiap bagian di kamar ini.

Kecil.

Tapi bersih.

"Siapa saja yg ada di rumah ini?"

"N-nen-ek, d-dan a-"

"Kalau bicara itu tatap mata lawan bicara, bukan lantai"

Glegg

Dada Kenzo berdetak kencang, saat bertatapan langsung dengan Netra mata hitam pekat, yg langsung menusuk tajam.dan...

Hap

Kenzo pingsan. Aggres menatap lekat wajah kenzo yg didekapnya.

Wajah putih susu, bersih, hidung mancung, bulu mata lentik, bibir merah muda lebih ke warna pitch.

Padahal tubuhnya lebih tinggi dari aggres, tapi kenapa yg kelihatan dewasa malah dia.

Keningnya berkerut, mencoba menebak umur pemuda itu. Jika dilihat sepertinya umurnya lebih tua satu tahun darinya.

Dengan gerakan perlahan aggres menyelipkan satu tangan nya di paha Kenzo, dan satunya di punggung dengan perlahan menyandarkan kepala Kenzo di dadanya. Membawa tubuh itu ke tempat tidur yg tadi ia pakai, menaikan selimut sampai atas dada.

Wajah polos itu tampak biasa saja tapi anehnya dia tertarik.

Tubuhnya bangkit, pandangannya meneliti setiap bagian di ruangan ini.  Dirinya Berjalan menuju pintu kayu, membuka perlahan agar tidak menimbulkan suara lalu menutupnya kembali.

Diluar tidak ada orang mungkin sedang pergi atau apalah, aggres berjalan menuju dapur mengambil segelas air untuk diminum dan untuk manusia di ruangan tadi.

Dapurnya cukup sederhana tapi bersih seperti bukan rumah pedesaan biasa, lebih ke, dibuat sengaja agar tampak tidak mencolok.

Ia melangkah menuju rak mengambil baskom untuk diisi dengan air hangat dan sapu tangan. Mengingat tubuh cowok tapi panas.

Cklek

Pintu terbuka, saat masuk ia melihat cowok itu masih pingsan. Dengan hati-hati mencelupkan sapu tangan tadi ke baskom dan meremasnya. Meletakkannya di dari Kenzo dan berjalan menuju lemari pakaian.

Crittt

Aggres menggambil baju kaos hitam dan celana kargo dengan warna senada, lalu menuju kamar mandi di dapur.

Sebelum keluar dirinya berbalik, memastikan pemuda itu nyaman, Lalu melanjutkan langkahnya.

TBC

Halo guys jadi cerita ini tuh aku ubah. Soalnya saat itu tuh aku masih tahap belajar buat au.

Nah jadi saat aku baca ulang cerita ini tuh rasanya terlalu banyak basa-basi jadi aku buat ulang deh ceritanya.

Semoga suka yah.
Kalau ngak suka juga ngak papah.

karena setiap aku baca Wattpad tuh pasti selalu cewek nya diremehkan, seakan akan  cowok toh selalu bisa membuat ceweknya lemah.

Yay jadi aku jengkel dong jadi saatnya membuat  yg berbeda dari yg lain.

Jangan lupa komen dan vote yah 👋🏻👋🏻👋🏻🤓🤓🤓

Bye bye semua watashi pamit undur diri.

AGGRESYA ABRIANSYA Stories to obsess over. Discover now