Chapter 18: Dekat

36 24 0
                                        

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Assalamu'alaikum

Selamat datang di kisah Raka dan Rani!

Absen dulu, kalian dari kota mana aja untuk vote, komen di setiap babnya, dan follow juga.

Kalian kenapa nyasar ke cerita ini? Tahu cerita ini lewat jalur mana nih?

Jika kalian menghargai aku, jangan lupa untuk meninggalkan jejak berupa vote dan komen di setiap babnya, dan jangan lupa juga untuk follow karena nanti aku update cerita ini setiap hari Sabtu jam 17.00.

Enjoy with the story!

HAPPY READING!

_________________________________________

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

_________________________________________

"Kadang kedekatan yang tak pernah direncanakan-tumbuh dari percakapan sederhana yang membuat kita merasa dilihat."

*****

SENIN pagi, ruang baca SMA Bintang Negara dipenuhi suara langkah kaki dan aroma buku tua yang khas. Di pojok ruangan, terdapat dua siswa yang duduk berhadapan dengan tumpukan berkas dan sketsa di antara mereka. Rani mengetuk-ngetukkan pulpennya ke meja sembari membaca ulang proposal desain booth makanan bertema "zero waste". Di seberqngnya, Raka mengamati gadis itu dengan kepala yang sedikit miring, seolah tengah membaca ekspresi Rani, bukan dokumennya.

"Menurut lo, bahan reusable ini cukup realistis nggak kalau kita pakai buat semua stan?" tanya Rani, akhirnya angkat bicara.

Raka lantas mengangguk pelan, "Realistis, kok. Tapi kita butuh strategi distribusi yang efisien. Kita bisa kerja sama dengan ekskul lingkungan hidup. Mereka punya relasi sama komunitas daur ulang."

Netra Rani terbelalak, "Gue sama sekali nggak kepikiran sampai ke situ."

"Makanya, lo butuh partner kerja yang pemikirannya out of the box, dong," timpal Raka seraya menyengir.

Rani tertawa kecil. Canggung, tapi terasa begitu hangat, "Lo itu bukan cuma out of the box. Kadang, lo juga bisa keluar dari planet."

"Kalau gitu, berarti gue alien dong?" tanya Raka seraya tertawa pelan.

"Bisa jadi begitu. Tapi lo ini tipe alien yang berguna."

Reminiscence Where stories live. Discover now