"Jangan lari kau, bangs*t!!!" teriak sepuluh orang bertubuh kekar, mengejar seorang pemuda yang berlari ketakutan.
Hoh!
Hoh!
Hoh!
Napas si pemuda nyaris putus setelah berlari secepat mungkin sejauh lebih dari 2 km.
"Aku harus selamat dari kejaran para bajingan itu. Aku harus lolossss..." bisik batinnya, memperkuat tekad, dengan keringat deras membanjiri wajah dan tubuhnya
Dari belakang, muncul sebuah mobil jenis van yang melaju cepat ke arah si pemuda.
Brak!
Terjadi benturan hebat, tubuh si pemuda ditabrak mobil van dan terpelanting belasan meter.
"Aduuuuh!!!"
Teriakannya mengiris sunyi dan pekatnya malam, rasa sakit menghujam raga, tubuhnya melayang bagaikan karung goni yang dilempar.
"Mampus kau, brengs*k!!!" pekik sepuluh orang yang memburunya tanpa mengurangi kecepatan lari mereka.
Bruk!
Jasadnya mendarat di aspal jalan dengan keras... diam... darah membanjiri jalanan.
Si pemuda tak sadarkan diri. Benturan keras membuatnya pingsan seketika,
badannya berkelojotan, seakan sekarat.
Dari langit, dalam pekatnya malam, terlihat sebuah cahaya melaju cepat ke arah si pemuda.
Beep!
"Lapor, Kapten. Ada makhluk planet biru dalam keadaan kritis di bawah sana. Menunggu perintah!!!"
Kata sesosok makhluk kecil-berkepala lonjong, bertubuh hijau, dan memiliki semacam antena di kepalanya-melapor pada kaptennya dalam bahasa Planet Lunary (sebuah planet yang terletak di Galaksi Triangulum, Superklaster Virgo).
"Laporan diterima. Selamatkan dia, Letnan!!!" jawab Kapten Kapal dengan tegas dan berwibawa.
Nyaris tak terlihat, pesawat melesat cepat dalam hitungan milidetik.
Pesawat berada tepat di atas tubuh si pemuda yang terkapar penuh darah di aspal, sementara sepuluh orang masih memburu jasad tak berdaya tersebut.
Bagian bawah pesawat membuka dengan cepat, mengeluarkan seberkas sinar merah-biru yang meliputi sekujur tubuh si pemuda, dan langsung menyedotnya ke dalam pesawat antar-galaksi itu.
Sepuluh orang pemburu terhenyak dan tak percaya. Buruan mereka hilang dalam sekejap mata.
Whoosh!!!
Hanya hembusan angin kencang terasa meniup rambut para pemburu.Pesawat antar-galaksi menghilang dalam sekejap mata menuju dimensi tak terhingga di luar sana.
"Sialan! Kok bisa si Albert menghilang begitu? Apa dia miara jin??? Cuih.." Dengus Adrian, pemimpin kelompok tersebut memukulkan tinju ke udara kosong sambil meludah.
Di Dalam Pesawat Antar-Galaksi
Setelah Albert dimasukan kedalam sebuah alat canggih.
"Minta laporan kondisi makhluk Planet Biru, Letnan!" tanya Kapten dalam bahasa Planet Lunary.
"Cranium (tulang tengkorak kepala) objek pecah separuh. costae verae patah 2 pasang, costae spuriae patah 3 pasang, costae fluctuantes patah sepasang. Organ vital aman. Tingkat kesadaran 10%, respons cerebrum (otak) baik, kerja cardiac (jantung) baik."
"Tulang tangan kiri dari atas sampai bawah hancur". Lanjut Letnan.
"Tulang kaki dari atas sampai bawah kiri hancur, Laporan sementara selesai," balas Letnan dengan tegas, sambil melihat monitor perangkat canggih yang terpasang di tubuh Albert.
(Bahasa awam, tulang di bagian kiri mulai cranium [tulang tengkorak kepala] Albert sampai kaki sebelah kiri patah/hancur tapi fungsi otak dan jantung masih bagus)
VOCÊ ESTÁ LENDO
The Titanium Man
AçãoSeorang pemuda lari dari kejaran orang-orang kejam, ditabrak mobil, sekarat, hampir kehilangan nyawa, di tolong oleh pesawat antar- galaksi berasal dari jarak jutaan tahun cahaya yang sedang melakukan eksplorasi Planet Biru (bumi). Dan dilakukan...
