ARE YOU READY?
MARI RAMAIKAN NASKAH INI!
"Kalian semua yang bertanggung jawab, kalian harus di hukum.... Biadab!"
Makian seorang wanita paru baya, tidak berdampak apapun pada orang orang di tempat itu. Mereka semua menatap perempuan dengan penampilan berantakan itu dengan jijik juga ketidak pedulian, padahal wanita baya yang lusuh sudah menangis sambil berteriak sejak tadi.
"KALIAN PEMBUHUN, KALIAN PEMBUNUH PUTRAKU.... "
Isakan benar benar memenuhi tempat itu, menatap orang orang berseragam mahal dengan penuh dendam juga rasa benci yang besar.
Kini semua atensi berpindah dari wanita lusuh menuju seorang pemuda tampan dengan wajah datar yang baru saja memasuki tempat itu.
Tepatnya berada di Lobby utama dari Gedung Daksa Gumara Internasional School, semua mata dan perhatian tertuju pada pemuda tinggi bernametag Zioder Gazanvar Gumara. penerus utama Gumara Company.
Zio terlahir dari keluarga yang sempurna, tampan juga penuh karisma. Pemuda yang selalu di agung agungkan juga penuh keberuntungan karna terlahir dengan gelimang harta.
"KAU YANG MEMBUNUH PUTRAKU, KAU HARUS MATI. KAU YANG BERTANGGUNG JAWAB SIALAN, KEMBALIKAN NYAWA PUTRAKU.... "
wanita itu menyerang Zio, menarik narik Almamater yang terpasang rapih di tubuh tegab itu.
Para murid yang melihat itu di buat kaget, sunguh berani nyali wanita itu. Tidaklah dia tau siapa Zio, rupanya dia ingin menyusul putranya yang sudah mati dua hari yang lalu.
"Berhenti, kubilang berhenti... "
Wanita dengan setelan jas rapih memberi peringatan sambil setengah berlari menghampiri wanita yang tengah mengamuk itu. Dengan cepat menariknya agar menjauh dari siswa laki lakinya.
"APA YANG ANDA LAKUKAN, JANGAN MELEWATI BATAS. " Bentak Maria, wanita bersetelan jas itu merupakan kepala sekolah yang sudah menjabat selama 28 tahun.
"Kau bertanya apa yang aku lakukan, putraku pulang dengan tidak bernyawa dari tempat ini. Kalian membunuhnya, dan kau masih bertanya apa yang aku lakukan... Sialan dengan tempat ini, kalian harus mendapat akibatnya. " Wanita itu benar benar sakit, dia kehilangan putranya. Anak laki lakinya yang pamit untuk menimbah ilmu dan pulang tanpa bernyawa.
"Dia mati karna tidak mampu bertahan! Apakah itu mejadi kesalahan kami? " Maria bicara sambil mengontrol emosinya, pasalnya mereka tengah menjadi tontonan saat ini.
Wanita itu tertawa dengan lelehan air mata, mendengar jawaban ketidak peduliaan itu sungguh menyayat hati. Dia bahkan tidak bisa melakukan apapun saat dua orang penjaga datang dan menariknya pergi dari sana.
"KAU BIADAB MARIA, DAN KAU PUTRA GUMARA KAU AKAN HANCUR. KALIAN SEMUA AKAN MENDAPAT AKIBATNYA...."
Ucapan terakhir yang mampu mereka dengar sebelum wanita itu benar benar di seret pergi dari pekarangan DGIS.
"Zio, kau baik baik saja? " Tanya Maria dengan khawatir, wanita itu menghampiri Cucu pemilik sekolah. Namun zio tetap diam, menatap datar maria di depannya.
"Tontonan yang sangat bermutu, anda di gaji tidak untuk membiarkan sampah masuk kedalam kawasan sekolah... " Ujar gadis berambut pirang.
Dia Gempita Gandakusuma, si gadis cantik yang modis. Gempy gadis angkuh yang sangat benci dengan orang orang yang berasal dari kalangan rendah. Gempy sendiri berasal dari keluarga terpandang ayahnya merupakan pengusaha di bidang transportasi.
YOU ARE READING
7MONTHS
Teen Fiction"Lo nggak mau terlibat dalam permainan mereka bukan? Artinya lo ikut permainan gue!" Tekan Kairav. "Lo monster Kairav!" Desis Vannia. Harusnya hari itu vannia lari, pergi sejuh mungkin yang dia bisa. Menyelamatkan dirinya dari monster berbahaya, na...
