Jake menjadi saksi bahwa Heeseung, Jay, dan Sunghoon, awalnya tidak mau satu sekolah dengan adek mereka sendiri. Ribet, bikin pusing, dan katanya sih bisa menghancurkan "zona aman" mereka di sekolah. Tapi semua berubah waktu MPLS datang dan ternyata...
Meja rapat yang tadi penuh dengan suara debat kecil kini hanya menyisakan empat sosok siswa kelas sebelas yang sedang berjalan santai menuju gerbang sekolah. Seragam mereka tampak sedikit kusut setelah seharian berkegiatan.
Heeseung menggulung lengan bajunya setengah lengan, berjalan paling depan sambil menenteng map besar yang hampir selalu dibawa setiap rapat. Di belakangnya, Jay terlihat sibuk merapikan kemejanya yang sedikit keluar, sementara Jake menguap lebar dan melirik layar ponselnya. Sunghoon sendiri seperti biasa terlihat santai, berjalan dengan tangan di saku, sembari menyepak-nyepak kerikil kecil di sepanjang jalan.
"Eh, btw, adek-adek kalian bakal masuk En-School juga, nggak sih?" celetuk Jake.
Pertanyaan itu membuat tiga pasang mata langsung berpaling padanya. Heeseung berhenti berjalan, Jay mendecak pelan, dan Sunghoon cuma geleng-geleng sambil menghela napas.
"Gue harap sih enggak. Udah cukup tiap hari di rumah dikacauin bocah itu, jangan sampe ketemu juga di sekolah. Bisa mati diusia muda gue." balas Jay ketus.
"Setuju. Ni-ki tuh tengilnya 24 jam. Bisa-bisa gue keluar sekolah saking capeknya." sahut Heeseung.
Sunghoon tertawa kecil, "Gue sih udah pasrah. Sunoo emang anak pinter, tapi mulutnya tuh, anjir. Sekali nyolot, pengen gue buang aja."
Jake terkekeh, menikmati keluhan bertubi-tubi dari para senior OSIS yang ternyata diam-diam kelelahan jadi kakak. Ia memang tak punya adik kandung, tapi mendengar kisah mereka sudah cukup membuatnya bersyukur atas kesunyian rumahnya sendiri.
"Padahal seru loh. Kayak bisa ngawasin gitu," ucap Jake sambil mengangkat bahu. "Mereka juga bisa jadi OSIS, sekalian belajar. Masa kalian segitunya sih?"
"Lo nggak tau aja rasanya. Gue di rumah udah kayak penjaga kebun binatang." gerutu Jay.
Heeseung menghela napas panjang, "Gue nggak benci adek gue, tapi kalau bisa pilihmending dia sekolah di planet lain aja. Gue butuh ruang napas, nyet."
"Kalau Sunoo jadi murid baru di sini, dia bakal ngegas semua guru. Bisa-bisa gue kena juga. Tuh bocah mulutnya nggak bisa di rem, harus gue gaplok dulu." sahut Sunghoon.
Mereka semua tertawa pelan, geli dengan bayangan masing-masing. Meskipun setiap kalimat terucap seperti keluhan, tapi ada nada sayang yang samar terselip di dalamnya. Rasa lelah karena punya adik memang nyata, tapi bukan berarti mereka tak peduli.
...
Hoppla! Dieses Bild entspricht nicht unseren inhaltlichen Richtlinien. Um mit dem Veröffentlichen fortfahren zu können, entferne es bitte oder lade ein anderes Bild hoch.
Heeseung (XI IPS 2)
Wakil Ketua OSIS Karakternya tenang dan dewasa, kadang terlalu sabar menghadapi keusilan adiknya. Tapi jangan salah, saat tegas dibutuhkan, Heeseung bisa berubah jadi pemimpin sejati.
Hoppla! Dieses Bild entspricht nicht unseren inhaltlichen Richtlinien. Um mit dem Veröffentlichen fortfahren zu können, entferne es bitte oder lade ein anderes Bild hoch.
Jay (XI IPA 1)
Sekbid 2 - Akhlak Mulia dan Budi Pekerti Kelihatan paling gampang marah dan meledak-ledak. Padahal, sebenernya dia punya hati lembut cuman nggak semua orang dikasih lihat. Apalagi kalau adiknya sendiri hobinya ngeselin dia tiap hari.
Hoppla! Dieses Bild entspricht nicht unseren inhaltlichen Richtlinien. Um mit dem Veröffentlichen fortfahren zu können, entferne es bitte oder lade ein anderes Bild hoch.
Jake (XI IPA 2)
Sekretaris OSIS Anak tunggal yang kelihatannya paling netral dan santai di antara yang lain. Tapi jangan remehkan ketelitiannya dalam mencatat dan menyusun laporan. Jake tuh semacam penengah yang nggak pengen ribet tapi selalu kena imbas.
Hoppla! Dieses Bild entspricht nicht unseren inhaltlichen Richtlinien. Um mit dem Veröffentlichen fortfahren zu können, entferne es bitte oder lade ein anderes Bild hoch.
Sunghoon (XI IPS 3)
Sekbid 9 - Informasi dan Komunikasi Si ganteng dingin yang jago ngedit pamflet, tapi mulutnya kadang pedes. Hobi gangguin adeknya sendiri, tapi kalo ada yang gangguin adeknya? Siap-siap dia ikutan, maksudnya jagain.
Hoppla! Dieses Bild entspricht nicht unseren inhaltlichen Richtlinien. Um mit dem Veröffentlichen fortfahren zu können, entferne es bitte oder lade ein anderes Bild hoch.
Jungwon
Siswa kelas 10 Adek dari Jay yang suka banget ngeprank kakaknya sendiri. Jungwon ini tengil, cerdas, dan selalu punya seribu cara buat bikin Jay ngomel. Tapi diam-diam, dia kagum sama kakaknya.
Hoppla! Dieses Bild entspricht nicht unseren inhaltlichen Richtlinien. Um mit dem Veröffentlichen fortfahren zu können, entferne es bitte oder lade ein anderes Bild hoch.
Sunoo
Siswa kelas 10 Adek dari Sunghoon. Emosinya cepet naik tapi gampang luluh juga. Sering jadi sasaran kejahilan Sunghoon, tapi nggak tinggal diam. Sunoo bisa balas dendam dengan sangat halus.
Hoppla! Dieses Bild entspricht nicht unseren inhaltlichen Richtlinien. Um mit dem Veröffentlichen fortfahren zu können, entferne es bitte oder lade ein anderes Bild hoch.
Ni-ki
Siswa kelas 10 Adek dari Heeseung. Ni-ki tuh anaknya paling tengil, paling suka ngeles, tapi juga paling jago nyeleneh kalau dikasih tantangan. Heeseung udah khatam sama pola-pola ajaibnya.