Chapter 16

1K 62 4
                                    

Aku duduk di hadapan nya menyantap makan malam yang di buat olehnya. Menatap ragu matanya sehingga membuat nya sedikit heran.

"Gimana hari ini nal?"

"Biasa ve, msh dengan kerjaan yang menumpuk"

"Besok kita rumah mama yah, aku udah lama gk kesana" lanjutku

"Kamu ngk kerja besok?"

"Aku ambil cuti beberapa hari ve"

"Tumben?" tanya nya sedikit menaikkan alis sebelas kiri nya

Seketika aku gugup ketika ia menatap ku sakartis seperti itu "ka...kamu jangan lihatin aku gitu dong ve?"

"Yah abisnya tumben ambil cuti di saat kerjaan kamu masih numpuk"

"Ve??"

"Iya"

"Sengaja aku ambil cuti buat kamu" sambil ku genggam tangan kanan nya

"Loh, kenapa?"

"Aku ngak pernah ngasih waktu full aku buat kamu semenjak kita menikah ve, aku hanya sibuk dengan kerjaan ku" ucapku sambil menatap nya dalam

"Tapi tak seharusnya ambil cuti di saat kerjaan kamu..." seketika ku potong ucapan nya

"Ve?? Masih banyak yang bantuin aku. Kamu kan tahu itu" sambil mendekati dirinya yang masih terduduk di kursi

"Hmm aku bingung dengan kamu saat ini nal, ya sudah jika itu mau kamu" ucapnya sambil mendongkak ke arah ku

~~~~~~~~

"Nih aku buatin teh hangat"

"Makasih sayang" sambil tersenyum

"Film nya lucu ve, sini deh nonton" ajak ku sambil memukul sofa

Seketika ia duduk di sebelah ku. Aku rangkul tubuh nya dan ia menidurkan kepalanya ke pundakku. Menikmati film komedi yang tengah berlangsung ini.

"Nal??" panggil nya sambil mendongkak ke arah ku

"Iya, ada apa?" ucapku menoleh ke arahnya tersenyum

"Sebelum ke rumah mama kita cek usg dulu yah"

"Oh iya, aku juga penasaran kira2 laki2 atau perempuan yah? Hmm pasti laki-laki" ucapku memainkan bola mata ku

"Ngk! Perempuan tauk!" ucapnya tegas seketika membangunkan kepala nya menatap ku dengan wajah tak terima

"Laki-laki ve!??"

"Perempuan! yang hamil siapa?" sambil menggembungkan pipinya

"Kamu" menada rendah. "Ta..ta..tapi kan?" lanjutku

"Apa??" ucapnya menatap ku menantang

Dengan tatapan nya yang panas itu seketika nyali ku ciut. Tak berani melawan ucapan nya dan memilih diam dan mengalah "iya iya" ucapku menyerah

"Tapi kita lihat aja besok!" ucapku sedikit berani menantang nya

"Ok, siapa takut" sambil melet mengejek ke arah ku

Kadang aku harus mengalah. Kadang juga aku harus senyam-senyum sendiri lihat tingkah nya yang lucu ini. Di bilang gemes, emang gemes banget. Melebihi anak kecil haha. Apalagi pipinya yang makin-makin akibat lagi hamil gitu. Huftt terkadang hanya sesuatu hal yang kecil itu membuat ku mudah rindu dan seakan tak rela kehilangan hal-hal kecil itu.

        ###################

Tiiit... Tiit... Alarm digital ku berbunyi dan membuat ku terbangun dari tidur ku. Ku lihat ve yang masih tertidur pulas di sebelah ku. Hmm semenjak kandungan nya menginjak 4 bulan ia selalu bangun siang. Aku hanya memaklumi itu semua.

Bukan Kisah Siti NurbayaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang