PROLOG

9 2 0
                                        

Haii guys,btw aku pertama kali mau bikin cerita nih,umm ini adalah impian aku mewujudkan cerita yang setiap hari selalu aku impi-impikan.

Cerita ini sebenernya belum bener-benar Mateng,tapi aku coba tulis dulu apa yang ada di otak ku,akhirnya aku coba dan yaps mungkin ini akan menjadi awal baru untukku dan kalian yang baca cerita ini.

Semoga banyak respon dari kalian untuk cerita ini,dan aku berharap kalian suka juga.

Bantu aku kalau ada salah dalam penulisan yap.

Selamat membaca 🍀

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Derap langkah kaki nan cantik dan putih mulus di tengah ramainya kantin pada pukul tujuh pagi itu tersamarkan oleh banyaknya para murid yang tengah menuntaskan rasa lapar di perut mereka. 

Seolah olah itu hanya langkah biasa dari sesama murid lainya,mereka di buat terkejut dan terpana sekaligus mendapati sosok 'Queen-nya AHS' lah yang baru saja memasuki pintu kantin sekolah mereka dengan langkah yang tegas disertai raut muka yang datar tetapi tetap cantik dan elegant sekaligus.

Seketika suasana kantin yang tadinya ramai oleh suara-suara kelaparan mereka berubah 180 derajat.

Semua mata tertuju pada sosok cantik nan anggun tersebut,kecuali sekumpulan murid yang berada pada meja pojok kanan kantin yang kebetulan menjadi arah tujuan dari langkah sosok itu sendiri. Bukan tidak peduli tetapi mereka belum menyadari. Mereka sangat asik bersenda gurau ditengah hening yang melingkup. Siul-siulan mengoda murid laki-laki yang berada di meja tersebut,mereka sedang menggoda pada dua pasangan sejoli yang terlihat sedang bermesraan tanpa kenal situasi dan kondisi sekitar.

Hingga salah satu dari mereka menyadari kedatangan sosok yang selalu di banga-bangakan oleh orang-orang sekitar. Berdiri tepat di belakang seseorang yang selalu dia sayangi,membuat seseorang itu melihatnya ke belakang dengan senyum yang sangat manis.

"Kiaraaa?!" Seru mereka serempak saat menyadari salah satu sahabat mereka sudah pulang dari suatu tempat.

"Hmm ga kangen kalian sama guee?!" Lantas tanpa aba-aba salah satu gadis berponi memeluk Kiara dengan sangat cepat sampai-sampai akan terjatuh,namun hal itu di sadari oleh sosok yang tadi memberi dia senyuman manis dengan sangat cepat.

*Lo mau bunuh gue,sabar kalii!" Seru Kiara pada sosok gadis yang tadi memeluk dia,tanpa banyak tanya Kiara pun lantas memeluk balik salah satu sahabat kecil nya(maksudnya kecil badanya ya guys ke mungil gtuh) .setelah adegan peluk-pelukan tadi Kiara duduk di dekat salah satu sosok yang entah sampai kapan akan terus memandanginya tanpa henti.

Seolah olah belum cukup akan  keterkejutan mereka,Kiara paham akan situasi sekarang ini. Kiara memandang mereka dengan satu-satu disertai dengan senyuman manisnya yang membuat siapa saja akan terpukau.  

"Apasii kalian kok ngeliatin gue kayak gitu banget,gue balikk woiii !" Serunya pada teman-teman nya.

"Ngga ki,kita kaget aja lu udah balik,kan waktu itu mommy pernah bilang kalian akan stay di sana lumayan lama. Tapi ga menutup kemungkinan jugaaa kita yang di sini jujur berharap lu balik cepet,dan yaps akhirnya sekarang lu di sini lagiii!!" Ujar salah satu gadis berkuncir satu.

"Hmmm,sebenernya gue balik sendiri tanpa di dampingi siapapun,gue cape sama keadaan yang sama sekali ga pernah berubah " ujar Kiara sambil menatap lurus kedepan dengan raut muka yang sangat ketara akan kesedihan.

"Kiaaa apapun yang terjadi,kita semua akan selalu ngedukung lo kii,kita yakin suatu keadaan pasti bakal ada di mana Lo bisa ngebuktiinn ke kita ke semua orang bahwa Lo berhasil!" Seru gadis yang berkuncir satu tadi.

Mereka yang mendengarkan perbincangan antara dua gadis tersebut menyaksikan bagaimana salah satu gadis yang tengah berkeluh kesah pada mereka itu tampak sedih dan tertekan. Tetapi mereka yakin dia akan punya jalan keluarnya sendiri dengan keadaan yang sedang di alami sahabat mereka. Karena dia Adalah Kiara Shaqueena Wiratama.






You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 20, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

KIARAWhere stories live. Discover now