Assalamu'alaikum. Hallo all👋🏻. Aku kembali dengan akun yang berbeda. Disini, aku mau pub cerita RAFFASYA mulai dari prologue ( revisi ). Semoga di lapak ini lebih rame ya.
Sebelum mulai baca. Yuk, kita shalawat dulu.
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
"Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad Wa 'Ala Ali Sayyidina Muhammad."
Happy Reading.
▪︎
▪︎
▪︎
4 Tahun yang lalu.
Saat ini keluarga Azzaky sedang berduka cita atas kepergian sosok yang paling berharga di hidup mereka. Anara, sang Ibu tercinta telah meninggal tepat pada pukul 05 : 00 subuh.
Aydan sebagai suaminya sangat terpukul, karena baru mengetahui penyakit yang diderita oleh istrinya. Bukan hanya dia, tetapi Annayya juga. Anak keduanya.
Sementara Hamdan, dia menyesal. Kenapa dulu dia tidak memberitahu tentang ini kepada Ayahnya? Bukan tidak mau, tapi Anara memintanya untuk tidak memberitahu suami dan Annayya,, karena takut suaminya khawatir tentang penyakitnya.
Beberapa jam berlalu. Anara sudah dipulangkan ke tempat peristirahatan terakhirnya. Tetapi Annayya tidak ikut kepemakaman, karena dirinya pingsan.
Pemakaman selesai tepat pukul 10 : 00. Aydan, Hamdan dan Ikram kembali ke rumah Aydan, karena pasti banyak tamu yang melayat.
Sesampainya disana, ketiganya langsung ke rumah Aydan.
Hamdan langsung menuju kamar adiknya, Annayya. Disana ada Kinaaz, Dena, teman Annayya, dan Raline adik dari Aydan.
“Naya belum sadar juga?” tanya Hamdan membuat ketiga orang itu menoleh.
“Belum Kak.” Jawab Kinaaz.
Hamdan mendekati adiknya yang masih berbaring dengan mata yang tertutup. Dia mengusap dahi Annayya yang penuh dengan keringat. Lalu ia mengecupnya singkat.
“Tadi Naya sempat bangun. Dia belum sadar kalau Mba Naya meninggal.” Hamdan menoleh ke arah Raline yang baru saja mengeluarkan suara.
“Tante tawarin mau nyusul ke pemakaman atau enggak, tapi Annayya malah pingsan lagi sambil nyebut-nyebut Mamanya. Tante gak tega liatnya.” lanjut Raline dengan isak tangisnya.
Mendengar itu Hamdan menahan air mata di kelopak matanya agar tidak turun.
“Dek, bangun yuk, sayang. Abang sama yang lainnya nungguin kamu sadar loh. Udah hampir 5 jam kamu pingsan. Sekarang bangun ya?” ucap Hamdan seraya mengusap lembut puncak kepala Annayya.
“Kak, kita pamit pulang ya? In Syaa Allah, besok aku sama Kinaaz kesini lagi.” Ucap Dena, membuat Hamdan menoleh.
“Iya, kalian pulang saja. Terima kasih udah menemani Annayya.”
“Sama-sama Kak.” Jawab keduanya.
“Mba Raline, kita pamit ya?”
YOU ARE READING
SATU NAMA DALAM DO'AKU
Spiritual❗️ WAJIB FOLLOW SEBELUM BACA❗️ Seorang anak dari pemilik pondok pesantren Al-Mufallah. Muhammad Raffasya Aditya Al-Mufallah. Pria yang berniat akan melamar seorang gadis yang disukainya selama empat tahun lamanya. Annayya Zalfa Naqiyya. Beberapa har...
