‼️CW DI PROLOG, BILINGUAL (Bahasa Indonesia & English)‼️
✍️ Versi revisi ada di work terbaru.
𝐿𝑜𝑛𝑔 𝑠𝑡𝑜𝑟𝑦 𝑠ℎ𝑜𝑟𝑡, 𝑖𝑡 𝑤𝑎𝑠 𝑎 𝑏𝑎𝑑 𝑡𝑖𝑚𝑒
***
Bunda yang selalu absen secara emosional dan ayah tiri yang selalu mengutuk keberadaannya...
Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.
Dan ada banyak lainnya.
Aku tahu, aku tahu ini semua salahku. Aku hanya ... tidak bisa mengerti kenapa aku bisa sampai di titik ini. Jika kita tarik semua memori ini ke titik awal hidupku, aku adalah gadis cantik, baik, ramah, pemalu, dan cerdas. Saking sempurnanya aku, orang-orang di sekitarku tidak mungkin mengira aku akan berakhir seperti ini.
Sial, bahkan pukulan di kepalaku tidak bisa menghilangkan kicauan demi kicauan yang menyayat sanubariku.
Bulan di luar sana terlihat sama persis seperti malam di mana aku memulai semuanya. Tepat di saat aku melarikan diri di usiaku yang baru saja menginjak 17 tahun. Bedanya malam itu aku dipenuhi dengan semua harap akan kebebasan, tapi hampir enam tahun berlalu dan yang kudapati sekarang adalah aku dikutuk jutaan orang di negeri ini.
Semilir angin yang menyentuh kulitku seakan membawa bisikan pria yang mengisi hatiku selama beberapa bulan terakhir.
Storytelling is relaxing, Kay, it'll let out all your feelings.
Benar. Mungkin aku bisa mencoba saran pria itu. Meskipun dia membohongiku, setidaknya ia salah satu orang paling waras yang kutemui di hidupku. Toh terapis yang sedang duduk di depanku juga memberikan arahan yang sama.
Aku menggigit bibir bawahku sebelum menguraikan ceritaku dari awal hingga malam ini secara singkat.
"Dari awal, ya?" gumamku yang tertangkap indera pendengaran lawan bicaraku. Sedikitnya, ia mengangguk—mau tidak mau, aku harus menuruti permintaannya.
Aku menarik napasku dalam-dalam.
"Semuanya berawal dari Bunda yang menikah dengan Ayah di usia yang sangat muda, lalu aku lahir. Belum genap setahun aku lahir, Ayah meninggal. Di kampung aku, status janda tuh dianggap negatif. Akhirnya Bunda disuruh menikah lagi, lalu lahir kedua adik kembar laki-lakiku. Aku suka diejek sama suaminya Bunda sebagai beban finansialnya, Bunda juga nggak pernah belain aku. Akhirnya aku putuskan untuk selalu sembunyi di kamar.
"Tepat di hari kelulusan SMA, suaminya Bunda menjodohkanku dengan kenalannya. Katanya, kenalannya itu suka banget sama aku dan bersedia menyekolahkanku ke perguruan tinggi jika aku menikah dengannya. Aku nggak mau. Tiba-tiba aja malam itu kedua adik aku bantuin aku untuk kabur dengan bantuan kenalan mereka, namanya Arman. Dia lebih tua sepuluh tahun dari aku. Long story short, kita pacaran selama kurang lebih 3 tahun. Kalau aku pikir-pikir, Arman emang sedikit manipulatif pas pacaran sama aku. Aku ngerasa disayang dan dicintai banget pas sama Arman, tapi di saat yang sama, aku ketakutan karena ... yah, Ibu pasti tahu sendiri alasannya."
Terapisku mengangguk penuh simpati.
"Nah, aku tuh semenjak kerja suka banget belanja baju-baju gemas, jajan jajanan viral, jalan-jalan ke tempat yang FYP di sosmed aku, bahkan aku beli novel-novel best seller yang kadang nggak aku baca sampai habis kalau ceritanya bosenin. Pokoknya semua hal yang nggak bisa aku milikin pas aku kecil, aku bayar pas aku kerja. Ternyata hal-hal receh yang aku rekam itu menarik perhatian banyak orang. Setelahnya, aku jadi punya banyak pengikut dan dapat uang hanya dengan upload foto atau video endorse. Aku pun berhenti kerja karena satu dan dua alasan, jadi aku bener-bener bergantung banget sama uang endorsment.