Chapter 1: "Mimbar Para Pemimpin"

44 7 5
                                        

Ratusan tahun yang lalu, manusia hidup dengan rasa takut. Pertanyaan yang berulang-ulang disebutkan oleh mereka.

"Apa besok kita masih hidup?"

Ομίχλη αμαρτίας, atau bisa diartikan sebagai 'Kabut Dosa'. Kabut yang menyelimuti lapangan peperangan pada perang dunia kesatu dan kedua, seolah memakan seluruh dosa manusia disana. Kehancurannya blok poros dan runtuh nya negara-negara kuat lainnya seperti Uni Soviet disebabkan oleh keegoisan. Makhluk 'Kabut Dosa' ini seolah muncul dan mengambil alih korban mereka, sebelum dimakan hidup-hidup dan tak menyisakan tulang sekalipun.

Ratusan tahun pun berlalu, gedung pusat Perserikatan Bangsa-bangsa mendeteksi adanya semacam kabut tebal dari arah hutan yang ditinggalkan. Mereka menduga ada yang melakukan pembakaran hutan secara ilegal, mereka mengirim beberapa orang untuk menginvestigasi hutan tersebut, namun takdir berkata lain. Orang-orang yang diperintahkan untuk menginvestigasi hutan itu hilang tanpa kabar, seolah lenyap seperti dibawa oleh kabut. Dihantui rasa penasaran selama berhari-hari, seluruh tim Perserikatan Bangsa-bangsa mencoba mencari petunjuk dari hilang nya orang-orang ini. Sampai suatu ketika mereka menerima pesan suara dari nomor salah satu korban.

"Lapor! Komandan! Kami tiba-tiba diserang oleh sesosok makhluk hitam raksasa! Tolong! Makhluk itu menarik yang lainnya lalu membanting mereka ke tanah! Kami mohon bantuan dari pusat! Saya juga sudah terluka parah, saya tak yakin kami akan selamat. H-Haaahhhh! Tidak, tidak, tidak! Kumohon jangan! T-Tolongrrsrkskstt--------"

Pesan suara tersebut berakhir dengan erangan menyeramkan dan teriakan, mengingat bahwa mereka sudah hilang berhari-hari di hutan itu. Berarti pesan suara tersebut sudah dikirim dari hari pertama mereka kesana, namun sesuatu yang buruk terjadi...

"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Kita tak bisa memberitahu kepada masyarakat kalau beberapa anggota kita hilang dihabisi makhluk misterius!"

"Aku tak yakin kalau itu makhluk biasa, bahkan hewan pun tak kan mampu melakukan hal semacam itu."

"Kalau begini terus, bisa-bisa makhluk itu masuk ke daerah pemukiman masyarakat. Semisal nya kita mengirim pasukan tentara untuk menghabisi nya, yang ada akan sia-sia!"

"Ah! Sial! Kapan terakhir kita menjadi ling lung dengan otak buntu seperti ini? Apa yang harus kita lakukan sekarang?!"

"Kurasa kita harus membuat sebuah organisasi untuk menginvestigasi dan menyelesaikan masalah ini, tapi sepertinya kali ini kita berhadapan dengan makhluk supranatural. Kita harus bagaimana?"

"Pendapat mu aku terima, aku pernah mendengar kalau setiap manusia memiliki kekuatan yang luar biasa, baik fisik dan spiritual. Kita juga bisa merekrut beberapa remaja dengan kemampuan khusus untuk menjadi perwakilan dari masing-masing negara."

"Kemampuan ... khusus? Apa maksud mu? Dan ... mengapa harus para remaja?"






......











"Kita akan menyamarkan markas nya sebagai sebuah akademi, campuran antara SMA dan SMP."

"Apa?! Kau serius?"

"Ya, aku serius. Ada yang keberatan?"

"Sebenarnya itu ide yang cukup gila, tapi kali ini aku setuju dengan ide mu. Hanya saja ...."

"Kamu serius? Mereka? Kamu yakin mereka bisa melakukannya? Resiko nya sangat besar, tahu!"

INTERNATIONAL MAGIC ACADEMY || CH STORY || HUMAN AUStories to obsess over. Discover now