Illa

5 1 0
                                        

Tak

Tok

Tak

Tok

Suara heels hitam formal dengan hak mencapai 5cm itu menggema dilorong koridor yang masih ramai dengan murid-murid lain beraktifitas, bel masuk yang belum terdengar membuat murid-murid SMK Harapan Bangsa masih bersantai dan belum semuanya memasuki kelas mereka.

Pemilik suara heels itu adalah Erianthe Merva Lavanya seorang remaja cantik, yang memiliki proporsi wajah yang membuatnya terlihat jutek meskipun sedang tanpa eskpresi. Mata besar yang dilengkapi oleh bulu mata lentik dan alis celuritnnya, hidung mancung namun mungil, pipi chubby dan jangan lupakan bibir kecil namun bervolume miliknya.

Kulitnya putih bersih yang sering kali memerah jika terlalu lama terpapar panas terik matahari, rambutnya panjang berkilau yang selalu di catok curly gantung. Tubuhnya tidak terlalu tinggi, hanya mencapai 160cm, dengan berisi dibeberapa bagian yang menambah kesan sexy pada dirinya.

Kini dirinya tengah memakai seragam praktek jurusan perhotelan, kemeja putih berdasi dengan blazer hitam, rok span diatas lutut dan stoking tipis yang membaluti kakinya yang tidak terlalu jenjang terkesan mungil dan imut, yang baru terlihat menjadi lebih jenjang karena bantuan dari heels hitam formal itu. Seragam fit body itu tentunya menampakkan bentuk tubuhnya yang termasuk kedalam body hoursglass.

Wajahnya selalu dipolesi make up tipis karena sudah menjadi standar murid jurusan perhotelan untuk selalu menjaga grooming-nya, tubuhnya tak pernah lepas dari aroma vanilla yang menenangkan, membuat banyak orang selalu nyaman berada di dekatnya.

Eva berjalan dengan percaya diri tidak menghiraukan banyak pasang mata yang menatapnya dengan kagum dan terpana, karena aura kepercayaan dirinya yang terpancar kuat dan kecantikannya yang sering kali membuat perempuan lain iri.

Karena kepercayaan dirinya yang sangat kuat dirinya selalu bannyak disegani dan dikagumi oleh banyak orang, seperti hal-nnya sekarang segerombolan murid yang tanpa sadar langsung menyingkir memberi Eva jalan, dengan ekspresi wajah terpana yang tak bisa mereka tutupi.

"Hai Evaa." Sapa salah satu murid perempuan kepadanya, wajah yang tadinya jutek berubah menjadi tersenyum ramah hingga matanya ikut menyipit, dan kemudian membalas sapaan murid itu. "Haii juga Taa." Dan kemudian kembali melanjutkan langkahnya menuju kelasnya berada.

"Pagi teh Evaa, cantik banget teh hari ini." Terdengar sapaan lagi dari seorang siswa laki-laki yang merupakan adik kelasnya.

"Hahaha pagi jugaa Bryan, makasii banyak loh." Balas Evaa kepada adik kelasnya itu dengan humble.

~~~

"Good morning all!" Sapa Eva saat tiba dikelas kepada teman-temannya yang sudah lebih dulu berada di dalam kelas.

"Morning Eva, makin cantik aja sih" Puji salah satu temannya.

"Thanks Syl, Lo juga makin cantik tau." Balas Eva ceria sembari berjalan ke mejanya yang berada di tengah-tengah.

"How are you Calista?" Tanya Eva sembari duduk dan meletakan hand pack berwarna soft pink-nya diatas meja, kepada teman disampingnya yang merupakan sahabatnya sejak SMP.

"I'm fine, as you look can see. Yang harus gue tanya itu kabar Lo! yang lain sibuk liburan, Lo malah sibuk ngurusin MPLS." Balas Calista ketus karena memang sebenarnya ia tidak suka Eva yang terlalu sibuk dan tidak memikirkan kesehatan dirinya sendiri.

"Ck, gue gapapa kok Taa itu kan emang kepengen gue dari awal masuk OSIS." Jawab Eva kepada teman dekatnya itu.

Ya, Eva itu merupakan anggota OSIS divisi public realition yang mana tugasnya adalah menjalin hubungan yang baik dengan seluruh warga sekolah maupun sekolah lain, untuk menambah relasi yang dapat menguntungkan sekolahnya.

AdulescentiaStories to obsess over. Discover now