PROLOG

21 3 1
                                        

"Tolong!..." kegelapan mencengkramku, dingin dan mencekik leher. Aku merasa napasku seperti direnggut, ditarik ke dalam jurang tanpa dasar. Tubuhku lemas, seakan-akan jiwaku ditarik paksa dari raga. Aku berjuang, mencoba untuk memberontak dan berteriak, tapi aku seakan lumpuh mendadak, tenagaku hilang, suaraku teredam oleh tekanan yang mengerikan. Bayang-bayang hitam itu berputar mengerikan, berusaha menyerangku dari segala penjuru.

"Brakk..." aku merasa seperti terlempar, tapi anehnya kenapa tubuhku tidak sakit. Tubuhku rasanya jauh lebih ringan. "Di mana aku sekarang?" Aku mengerjapkan mata, melihat keadaan sekitar. Tempat ini berbeda dari sebelumnya. Perlahan aku melangkah, mencoba berjalan untuk menemukan jalan. Namun, tiba-tiba bau anyir darah memenuhi hidungku, tajam dan nyata. Aku berdiri di tengah hamparan bunga mawar merah yang menyala menyerupai darah telah mengering. Seorang perempuan terbaring di atasnya, wajahnya tenang dan damai, nyaris tersenyum, ia seperti sedang tidur, tapi aku tahu, perempuan itu telah mati, dan kenapa sangat mirip denganku?

Aku ingin berteriak, ingin menangis, dan ingin melarikan diri, tapi keheningan menyelimuti segalanya. Sekali lagi tubuhku tak bisa bergerak. Aku terpaku, menatap perempuan itu dengan mata yang terbelalak. Jantungku berdebar-debar tak karuan. Rasanya sesak, seperti ada batu besar yang menghantam dadaku. Ketakutan menggigitku, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Ini terlalu nyata.

Lalu, semunya perlahan menghilang. Bunga mawar yang berhamburan, perempuan itu, keheningan itu, lenyap seketika tanpa jejak. Dengan susah payah, aku membuka mataku. Napasku tersengal-sengal, keringat dingin membasahi tubuhku. Aku duduk bersandar di tempat tidur, jantungku berdebar kencang. "Huh, mimpi ini lagi." Aku menarik napas dan menghembuskannya perlahan, mencoba menenangkan diri. Mimpi itu, apa artinya? Sudah berkali-kali aku memimpikan hal yang sama, yaitu mimpi tentang kematianku. Aku tidak mengerti apa maksud dari mimpi itu, apakah hanya sebatas bunga tidur atau sebagai sebuah peringatan? Mungkin sebuah pesan yang harus aku pahami. Pertanyaan yang sama masih terus berputar di kepalaku, "Apa yang sebenarnya ingin dikatakan oleh mimpi itu?"

Kanvas & KertasHikayelerin yaşadığı yer. Şimdi keşfedin