1

81 7 3
                                        

HAPPPY READING

(⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠)


SUARA gemericik air terdengar dari kamar mandi dengan nyanyian merdu dari seorang gadis.

"Lembut tutur katamu merdu tawamu parasmu yang menaw-"

"UHUK UHK UHUK, huh keselek air liur, kurang ajar. Hm, nanti sarapan sama telor aja deh." Monolognya sambil melihat dirinya melalui cermin kamar mandi.

Pagi yang semestinya tenang disertai kicau burung, kini terasa ramai karena seorang gadis. Laki yang ada di ujung tangga melangkah turun. Dengan langkah lebar dia berhenti di depan wastafel, membasuh wajahnya.

Terdengar batuk di sela bernyanyi, laki-laki itu bergumam. "Bahkan semesta tak mengizinkannya untuk bernyanyi."

Suasana lengang sejenak, hingga muncul seorang gadis dari balik pintu kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuhnya. Tanpa aba-aba ia menyinggung seorang lelaki yang disebut adik-nya, baru saja membasuh muka. "Sana mandi, kucel banget sih dek."

"Cerewet," mulutnya bergerak tanpa suara, namun sang gadis tau apa yang dibicarakan.

PLAK

"Ngomong gitu lagi, kakak pukul kamu." Dengan santainya gadis itu memukul lengannya tanpa rasa bersalah, lalu naik ke atas untuk berganti pakaian.

Laki-laki itu tak peduli dengan kata-kata sang gadis-Yang disebut kakak-dan memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.

Gadis itu mengenakan atribut lengkap SMA, merapikan rambutnya, dan memberi sentuhan parfum aroma buah. Kembali turun menuju dapur, menyiapkan wajan dan minyak lalu menceplok telur, dan diakhiri dengan butiran garam di atasnya.

Lama menunggu, gadis ini protes pada adiknya. "Duh, dek, CEPETAN HEH, kamu tu lama banget. Kakak udah selesai buat sarapan, kamu masih ganti baju."

"Sabar laaa, baru sisiran." Teriaknya dari kamar atas, dengan segera ia turun ke bawah untuk sarapan.

"Nye, nye, nye. Cepetan!" Sahut sang gadis asal.

Setelah menyiapkan sarapan, mereka duduk bersama di meja makan. Kicauan burung dari luar membuat suasana menjadi syahdu.

Berusaha mencari topik pagi, laki-laki itu malah dicibir. "Kak, Ibu sama Bapak kerja? Dari kemarin ga kelihatan." Gadis itu hanya-HAH kepada laki-laki itu, pasalnya dua hari yang lalu orangtua mereka sudah pamit pergi karena tugas ke luar kota.

"Hah, kamu lupa apa gimana sih, ibu sama bapakkan tugas keluar kota seminggu." Laki-laki itu menganggukkan kepalanya dan menghabiskan makanan di depannya.

Selesai sarapan mereka berdua siap siap menuju ke sekolah 1 SMA Bina BANGSA-Sekolah yang cukup terkenal di kalangan orang Elite-menggunakan kendaraan roda dua.

Ritual yang wajib dilakukan mereka berdua sebelum berangkat sekolah adalah, suit. Orang yang memenangkan permainan ini tak perlu menyetir kendaraan. Dan yang kalah, sebaliknya.

"Gunting, batu, kertas." Gadis itu mengeluarkan kertas sedangkan sang lawan batu. Sang adik menjadi sopir gadis itu untuk pagi ini.

Di perjalanan, tidak ada topik yang harus disampaikan, mereka berdua diam selama di atas motor. Parkiran sekolah mulai terlihat, memarkirkan motor lalu laki-laki itu turun terlebih dahulu guna melepaskan helm gadis yang disebut 'kakak', gadis itu masih duduk diatas jok motor. Terdiam, jarang sekali laki-laki itu mau melepaskan helm kakaknya.

"Tumben." Batin gadis itu, dengan melihat sepasang mata yang ada di depannya.

Laki-laki itu mengerutkan dahi, "Kenapa? Aku ganteng ya?" ucapnya asal, gadis itu mengangguk kecil.

Duo K [Hiatus]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang