Ini cerita aku yang baru alesannya karena kalo cerita yang lama aku ga ada niatan lanjutin
sebenernya ini itu udah yang ke 3 kalinya aku nulis ulang prolog karena pertama gatau kenapa waktu itu sempet ilang prolog nya terus aku rombak lagi ceritanya sampe alurnya juga di ubah
sebenernya aga males lanjutin nih cerita karena ya gitu
jangan lupa vote sama komen yaa
°
°
°
°
tetap pertahankan senyuman itu
jika tidak biarkan aku tetap mempertahankanmu
~Harsaka varenza evandra
ternyata ada yang lebih indah dari alunan musik
yaitu suara mu
~Vanyla vana tara
Seperti biasa di tepian pantai Harsaka duduk sembari menikmati pemandangan di kala sore itu dan Harsaka juga tidak sendirian, dia di temani oleh Vanyla, gadis aktif nan usil yang sering mengganggunya. "Kenapa lo hobi banget usilin orang?" tanya Harsaka sambil menoleh ke arah Vanyla.
Vanyla menengok ke arah Harsaka sehingga manik mata mereka bertemu. "Karena...." Vanyla menjeda ucapannya untuk beberapa saat. "Eummm," gumannya seperti orang yang sedang berfikir "seru aja," jawabnya setelah beberapa saat.
Harsaka terkekeh pelan. "Gausah kebanyakan tingkah lo cil," ucap Harsaka sembari mengacak acak puncak rambut Vanyla.
Sementara Vanyla cemberut sambil mengkerucutkan bibirnya. "Gausah manyun kaya gitu," ucap Harsaka memberitahu Vanyla,lalu setelah mengatakan hal itu Harsaka memalingkan wajahnya kembali melihat ke arah depan.
Vanyla kemudian memasang wajah heran,tak lama Harsaka mendekat kan wajahnya pada telinga Vanyla. "Diliatin sama buaya darat tuh," bisik Harsaka.
Vanyla menyeringai. "Cemburu nih?" tanyanya dengan senyuman yang terus mengembang sambil sedikit memajukan wahjahnya menatap Harsaka.
Harsaka tersenyum tipis kemudian menatap lekat wajah Vanyla sehingga manik mata mereka kembali bertemu dan saling bertatapan. "Iya gue cemburu," jawab Harsaka, sementara Vanyla yang mendengar itu seketika terdiam dengan pipinya yang memerah, Vanyla lantas memalingkan wajahnya ke arah lain begitu pula dengan Harsaka.
Tidak ada lagi obrolan antara mereka, kedunya sama-sama diam tak ada yang bersuara sama sekali sehingga suasana terasa canggung.
Tiba tiba saja Vanyla mempunyai sekelebat ide agar suasana keduanya tidak menjadi canggung. "Van?" panggilnya kepada Harsaka.
"Hmm" jawab Harsaka. "Kenapa?" tanya Harsaka sama sekali tidak menoleh ke arah Vanyla dan justru malah menatap lurus ke depan.
Vanyla mendengus. "Liat sini," titahnya tapi Harsaka masih menatap lurus ke depan dan tidak mempedulikan Vanyla "Van?" panggilnya sambil menarik lengan Harsaka.
Harsaka akhirnya menengok ke arah Vanyla. "Apa?" tanyanya menatap Vanyla dan Vanyla hanya nyengir kuda.
"Berdiri," titah Vanyla dan Harsaka menurut, dia kemudian berdiri seperti apa yang Vanyla suruh.
"Kita balapan yo," ajak Vanyla,Harsaka menengok ke arah Vanyla. "Balapan motor?bukannya lo udah pensiun balapan?" tanya Harsaka.
"Ck," Vanyla berdecak. "Bukan,gue mau ngajak balapan itu ya balapan lari ke ujung sana" ucapnya dan pada saat kata ujung Vanyla menunjuk le arah sebrang sana. "Hitungan ke tiga kita lari," ucap Vanyla mengambil ancang ancang juga mulai berhitung.
Satu
Dua
Ti...
Belum selesai Vanyla berhitung Harsaka sudah berlari sambil berteriak. "LAMA LO CIL," teriak Harsaka.
Kemudian tak lama Vanyla itu menyusul harsaka berlari. "Lo curang," ucap Vanyla setelah berada di samping Harsaka.
Harsaka terkekeh pelan. "Jangan ngambek, ntar gue beliin eskrim Vanyla sama gue beliin kertas warna gimana?" bujuk Harsaka.
Vanyla langsung berbinar menatap Harsaka. "Beneran??" tanya Vanyla memastikan penawaran dari Harsaka.
Harsaka tersenyum tipis sambil mengangguk, Vanyla langsung tersenyum lebar dan terlihat sangat senang. "Yaudah ayo cepetan," ajak Vanyla sambil menarik lengan Harsaka.
Harsaka menurut dan mengikuti langkah Vanyla yang terus menarik lengan nya, Vanyla tampak kegirangan juga bersemangat tak lupa senyum di wajahnya yang terus mengembang. "Kaya gini terus ya?Nyla," batin Harsaka sambil tersenyum.
Harsaka senang karena usahanya selama ini tidak sia-sia.
YOU ARE READING
sweet paper
Teen FictionKisah tentang Vanyla vana tara seorang gadis ceria nan usil yang di pertemukan dengan Harsaka varenza evandra di kala senja Vanyla dan Harsaka sama-sama memiliki luka tentang keluarga bahkan trauma yang mendalam ntah sebuah kebetulan, atau memang ta...
