Haloww semuaa🙌🏻
Bagaimana kabarnya??
Mau tanya dong, kalian ketemu sama cerita
"Harsa Mahendra" dari mana??
Semoga kalian suka dengan cerita ini, yaa😍
Selamat membaca 😻
***
"Kepada Bapak Kepala Sekolah dipersilahkan untuk mengalungkan medali tersebut kepada Ananda Nabila Putri Anjani." Semua siswa memberi tepuk tangan untuk apresiasi kepada salah satu siswa yang baru saja memenangkan juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) Matematika.
Dari salah satu barisan terlihat jelas, seseorang yang tengah menatap kagum kepada perempuan yang berada di depan itu. Senyumannya yang manis menjadi ciri khas laki-laki itu.
"Cantik." Satu kata yang hanya mampu didengar oleh orang-orang disekitarnya saja. Jauh di hatinya yang paling dalam, banyak kata-kata bangga yang ingin ia sampaikan. "Lo selalu cantik, Bila."
Tatapan mata yang fokus menatap kepada seseorang yang bernama Nabila itupun terbayarkan kala temannya, Bima mendorong pundak Harsa. Ya, Harsa laki-laki yang menatap kagum Nabila. Harsa berdecak kesal karena fokusnya jadi hancur.
"Ekhm... ekhmm, ciee! Naksir, ya, lo?" ejek Bima dengan cengengesan. "Bilang dong! Confess, mau gue ajarin, gak? Gue udah mahir, bro! Gimana?" tawar Bima, alisnya dinaik turunkan seolah seperti menggoda Harsa.
"Gak dulu!" Harsa kembali fokus menatap depan, terpandang jelas perempuan itu tengah berbicara. Kemampuan public speaking-nya jangan diragukan lagi. Perempuan itu sudah sangat sering berbicara di depan umum dengan santai tapi tegas.
"Gak ada alasan buat gak mengagumi lo, Bil," batinnya yang berbicara, tapi membuat wajahnya blushing. Wajahnya yang memerah dan bibirnya yang mengukir senyum mengundang tatapan para perempuan, Harsa masih belum menyadari apa yang ia lakukan.
Nabila kembali ke barisan menghampiri teman-temannya. Ia melihat Harsa menatapnya dengan lekat, perempuan itu bukan memperhatikan mata Harsa yang menatapnya. Justru, melihat wajah laki-laki itu yang memerah.
"Harsa?" panggil Nabila dengan suara yang lumayan keras.
Harsa yang tadi melamun menatap Nabila dengan lekat, kini langsung menatap arah lain dengan kaku. "Kenapa?" tanyanya masih dengan wajah yang memerah, tidak, justru malah semakin merah.
"Muka lo... kenapa merah gitu?"
Harsa melotot, ia langsung memukuli wajahnya. "Nggak, udah nggak. Oh ya, selamat ya, lo hebat banget! Udah bisa jadi juara 1 di OSN Matematika tahun ini. Gue aja bangga banget, gimana orang tua lo, ya?" ucapan itu seperti sebuah bahasa cinta, bukan? Kata-kata pendukung, mungkin jika orangnya bukan Nabila mereka akan baper.
"Makasih." Senyuman manis mengiringi ucapan itu. Harsa hanya mengangguk, ia tak peduli dengan balasan yang singkat, ia hanya terpaku pada senyuman manis milik perempuan itu.
Semua barisan dibubarkan, seluruh siswa balik ke kelasnya masing-masing. Namun, berbeda halnya dengan Harsa dan beberapa teman kelasnya. Mereka malah minggir ke kantin terlebih dahulu.
YOU ARE READING
Harsa Mahendra
Teen Fiction"Kalo upacara khidmat, jangan gemesin gini!" Harsa merasa gemas dengan tingkah Nabila yang tak henti-hentinya menjinjit. "Apa sih?!" jawab Nabila ketus. "Makanya tinggi." Nabila mendongak lalu melotot kepada Harsa. "Ya, biarin. Lo kenapa sih, dari d...
