1. A(E)CIEL

12 1 0
                                        

ʕ⁠·⁠ᴥ⁠·⁠ʔ (AE)CIEL

"ACIEL! ECIEL!" Guru BK masih berteriak berharap suaranya dapat memperlambat atau bahkan membuat kedua anak didiknya berhenti kabur.

"BERHENTI SEKARANG! BAPAK JANJI AKAN MERINGANKAN HUKUMAN KALIAN." Guru BK tersebut terpaksa berhenti mengejar karena kaki nya tidak bisa lagi diajak bekerja sama.

Aciel Eloise Hizraka dan Eciel Eloise Hizraka masih sempat sempat nya tertawa setelah berlari hampir sepenuhnya mengitari SMA Dewantara. Keduanya dengan sangat bijak berhenti pada jarak aman dengan sang Guru.

"Seberapa ringan, Pak?" Tanya Aciel tak lupa menyilangkan tangan seolah tau negosiasi ini miliknya.

"Berjemur hingga jam kedua pelajaran selesai." Pak Chandra perlahan berjalan mendekat. Disisi lain si Kembar juga mundur dengan teratur.

"Di Lapangan Indoor?" Ucapan Aciel berhasil membuat Eciel tertawa geli.

"Laksanakan." Eciel berjalan seolah akan ke Lapangan Indoor.

"KALIAN!" Geram Pak Chandra.

"Tentu saja di lapangan Upacara. Dimana muka Bapak kalau hanya menghukum kalian di Lapangan Indoor yang ber AC."

"Masih di situ, emang muka Bapak bisa jalan kemana?" Eciel bertanya tanpa merasa bersalah.

"Bunda kalian akan dipanggil jika kalian terus menghindari hukuman peringatan seperti ini." Pak Chandra akhirnya mengeluarkan kartu trufnya.

"Jadiin satu jam pak, jam kedua pasti banyak yang pake olahraga." Aciel akhirnya dengan benar menawar.

"Satu jam, tapi besok bersihkan kamar mandi di lantai dua gedung C." Putus Pak Chandra.

Lantai dua Gedung C, bukan nya negatif thinking tapi di lantai itu para anggota club olahraga mulai dari futsal hingga basket menetap atau sekedar istirahat, dapat dipastikan terdapat aroma tidak sedap dari keringat mereka yang tertinggal.

Meski begitu, lantai pertama dan ketiga Gedung C digunakan oleh beberapa klub introvert. Termasuk klub seni yang menarik perhatian Eciel atau Game Online yang sedikit mencuri perhatian Aciel.

"Satu jam berjemur, dua putaran lari lapangan." Eciel ikut bernegosiasi. Membersihkan kamar mandi? Tidak pernah terpikir sedikit pun.

Melihat tawaran yang lebih masuk akal, Pak Chandra membiarkan keduanya berjemur di tengah tengah lapangan. Sedikit banyak siswa siswi yang berada di sisi jendela mengintip keduanya bahkan memfoto keduanya. Lagi lagi si Kembar akan mengisi halaman pertama forum online Sekolah mereka.

"Pak Chandra bener bener nungguin kita." Aciel berbisik, berharap guru di depan mereka tidak mendengar apa yang mereka keluhkan.

"Cih, kalau gini nggak ada kesempatan buat duduk sama sekali." Sahut Eciel.

Bunyi bel pertanda jam pelajaran pertama akan segera berakhir membuat Aciel dan Eciel segera berlari. Kali ini tidak kabur tapi mengitari lapangan sesuai kesepakatan mereka dengan Pak Chandra. Kakak kelas ataupun teman seangkatan si Kembar tidak bisa untuk tidak kagum dengan si Kembar yang seakan sedang lomba lari.

Di pinggir lapangan, Pak Chandra juga sedikit terkejut. Sisanya paham kenapa selama ini Guru BK satu itu tidak sanggup mengejar si Kembar.

Putaran dua kali berhasil di lewati Aciel maupun Eciel. Melalui gerakan tangan, Pak Chandra mengizinkan keduanya pergi.

"Kantin." Ujar Si Kembar serempak. Tanpa babibu keduanya melenggang masuk Kantin dengan banyak menu, ternyata Si Kembar sepemikiran dengan beberapa murid bandel dengan baju yang tidak dirapikan ataupun hoodie yang tak dilepas membuat Kantin sedikit lebih hidup dari bayangan Aciel dan Eciel.

(AE)CIELGeschichten, die süchtig machen. Entdecke jetzt