Malam ini, adalah malam yang terlihat berbeda dari biasanya, langit malam yang di penuhi dengan bintang dan juga cahaya bulan, hembusan angin yang lumayan kencang dengan jalanan yang sepii
Seorang gadis cantik dengan motor sport hitamnya tengah melaju dengan cepat, tanpa merasa kedinginan sedikitpun gadis itu terus melajukan motor nya membelah jalanan yang sepi tanpa pengendara
Waktu sudah menunjukkan pukul 00.06, namun, gadis itu mash berada di jalanan yang sepi ini, hingga tak berselang lama, motor sport nya berhenti di sebuah club malam, dia langsung berjalan masuk ke dalam setelah selesai memarkirkan motornya
Ketika masuk, gadis itu hanya memasang wajah datar tanpa ekspresi, menatap para wanita dan juga laki-laki yang tengah berjoget bebas diiringi musik dan lampu yang terus berkelap-kelip
Matanya menatap sekeliling seakan tengah mencari sesuatu, tak lama dia mulai melangkah, berjalan masuk lebih dalam lagi lalu mulai mendudukkan tubuh nya di sebuah sofa
Gadis itu hanya diam, tanpa mengeluarkan suara sedikit pun, seorang bartender mulai menghampirinya
"Lo kesini lagi aura?"
Gadis itu hanya mengangguk, pertanda mengiyakan jawaban dari bartender tersebut
"Mau nyari zeno?"
Lagi dan lagi, gadis itu hanya mengangguk sebagai jawaban
"Zeno baru aja pesen kamar tadi"
"Hm"
Jawab nya berdehem pelan, gadis itu mengangguk pelan, lalu matanya melirik sebuah botol yang tengah bartender itu bawa
Seakan paham, bartender yang bernama Kenzo Fernandez itu pun mulai menyerahkan sebotol minuman win kepada gadis itu
Dengan tatapan yang santai, kenzo pun kembali berucap
"Sorry aura, gw mash ada tugas, jadi lo hati-hati disini, gw tinggal dulu ya"
Pamit nya yang mendapatkan anggukan pelan dari gadis itu
Kenzo hanya bisa menghembuskan nafas nya pasrah, menatap sekilas gadis yang susah sekali untuk ia ajak bicara, sampai akhirnya kenzo bnr-bnr pergi
Sedangkan gadis itu hanya terdiam, meraba saku jaket nya untuk mengambil sesuatu, yaitu sebuah ponsel miliknya
Oh iya, saat ini gadis itu tengah mengenakan sebuah celana jeans panjang berwarna hitam dengan kaos polos yang di baluti jaket kulit yang berwarna hitam juga
Menatap ponselnya yang sudah menyala, gadis yang bernama Naura Laurence itu menghembuskan nafas nya berat, di sana tertera beberapa panggilan tak terjawab dari seseorang yang aura beri nama *Daddy*
Aura yakin sekali, saat ini, daddy nya pasti tengah khawatir karena kedua anak nya yang tak ada di rumah, ini gara gara zeno, adik nya itu yang sangat susah sekali untuk di atur, adik laki-laki satu-satu nya, yang hobi sekali pergi ke club' malam untuk mencari wanita, sialan, padahal sudah aura bilang untuk jangan terus-terusan bermain dengan wanita seperti mereka, namun tetap saja, adik nya itu sangat keras kepala tak mau mendengar kan nya
Hingga aura mau tak mau, gadis itu harus terus menerus mengawasi zeno, seperti saat ini aura tengah menunggu zeno, padahal jam sudah menunjukkan waktu 00.39, tapi laki-laki itu masih terus sibuk bersama wanita jalang yang zeno sewa saat ini, bnr-bnr yaa, rasanya aura ingin memakan zeno hidup-hidup saja karena geram
Tanpa ingin menelpon balik daddy nya, aura lebih memilih untuk menaruh kembali ponselnya, bukan apa-apa hanya saja aura sudah sangat hafal ketika aura menelpon balik, pasti daddy nya akan mengomelinya panjang lebar, yang akhirnya aura akan pulang ke rumah tanpa membawa zeno
Karena menurut daddy nya zeno itu sudah menjadi laki-laki yang dewasa, yang sudah tau harus bagaimana menjaga diri, padahal kan zeno baru saja memasuki kelas 10, umur nya dan umur zeno hanya beda satu tahun, tpi mengapa zeno selalu di biarkan bebas oleh daddy nya? Padahal kan zeno juga mash harus di perhatikan pergaulan nya, karena di umur segitu rasa penasaran nya pasti semakin besar, seperti akhir-akhir ini, zeno selalu bulak balik club hanya untuk memesan para wanita penghibur
"Huh"
Lagi dan lagi, aura hanya bisa membuang nafas nya berat, gadis itu menatap datar minuman win di depan nya, lalu mulai menuangkan nya kedalam gelas, dengan tenang dia mulai meminum nya hingga habis tak tersisa
"Sialan"
Lirih nya dengan mata yang sayu, aura melirik ke depan, disana mash banyak yang tengah berjoget dengan diiringi musik, yang membuat aura berdecak kesal
Lalu matanya melirik ke arah kanan, matanya menyipit menatap seorang laki-laki remaja yang baru saja keluar dari balik pintu
Dia zeno adiknya, walau pandangan nya sedikit memburam karena akibat minuman, namun aura yakin, itu adalah adik nya, dengan perasaan jengkel aura berdiri dari duduknya lalu melangkah berjalan mendekati gadis dan laki-laki itu
"Zeno!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
AURA
Teen Fiction***** "Dengan cara apapun itu, gw pastiin lo bakal jadi milik gw.. aura" *Alvano keanu Pradipta* "Lo licik, dan gw bnr-bnr benci sama lo sialan!" *Naura Laurence* *** -⚠️up kalo mood nya lagi bagus👀 -⚠️typo bertebaran dimana-mana -⚠️CERITA NYA M...
