prolog

57 7 2
                                        

HAPY READING🍁


🦋

orang-orang mungkin berpendapat aku adalah orang yang tidak beruntung karena kehilangan pendengaran ku namun persetan dengan pendapat itu, aku bahagia dan nyaman dengan kondisi ku saat ini, dunia ku yang sunyi membuat ku nyaman dan bahagia tanpa harus mendengarkan omongan orang yang sangat mengganggu.

aku tidak peduli dengan pendapat orang-orang tentang ku, aku tidak peduli dengan omongan mereka, selagi mereka tidak mengusik dan merugikan hidupku, itulah aku Alyssa Riella Putri yang hanya peduli dengan dunia ku sendiri.

Dunia dengan penuh imajinasi yang tertuang dalam bentuk coretan diatas canvas. warna demi warna yang tergores mengalirkan seluruh perasaan dan pikiranku, bagai sedang bercerita namun tanpa bicara, itulah dunia ku, dunia sunyi yang penuh warna, dunia yang membuatku mengabaikan dunia lain disekitarku.

Sampai aku bertemu orang asing yang berhasil mengusik duniaku, ia membuat ku ingin mendengar suaranya, ingin mendengar pendapatnya, ingin mendengar cerita-ceritanya, dan ingin memasuki dunianya yang penuh dengan alunan musik. dia berhasil, dia berhasil mengalihkan ku dari dunia ku sendiri.

Selembar sticky note menyadarkanku "mau kopi?" tulis Naka, ya dia Naka orang asing yang baru saja ku bicarakan namun saat ini aku sudah cukup mengenalnya.

Aku menjawab pertannyaannya itu dengan anggukan, lalu Naka memberikan segelas kopi di tangannya dengan sticky note lain tertempel di gelas itu,

Tertulis "Aku sudah tau apa arti kalimat yang pertama kali ku isyaratkan padamu." aku berbalik menghadapnya dengan antusias.

Dia mulai bermain dengan jarinya. membentuk huruf I dengan jari kelingkingnya, lalu membentuk huruf L dengan jari ibu jari dan jari telunjuknya, terakhir ia menutup jari telunjuknya lalu membuka jari kelingkingnya, itu melambangkan huruf Y dan jika dirangkai menjadi kata "ILY"

Aku tersenyum melihat itu, ntah mengapa aku merasa gerakan isyarat yang ia lakukan benar-benar tulus atau mungkin hanya aku yang baper. Ayolah Alyssa di mana sifat dingin dan acuh tak acuh mu dulu? kenapa kau sekarang mudah sekali terbawa perasaan padanya?.

Aku mengambil sketchbook di sampingku, "Bukankah mencari arti gerakan itu sangat mudah? kenapa kamu butuh waktu lama untuk menemukannya?" Tulisku.

Dia mengambil sketchbook ku dan mulai menulis, "Aku sudah tau arti gerakan itu cukup lama, namun aku menunggu waktu dimana aku benar-benar ingin mengatakannya karena aku merasakannya" Tulisnya.

Aku cukup terkejut saat ia menulis kata-kata itu, aku mengerti apa maksud kata-katanya namun aku menutupi dengan ekspresi tak mengerti seakan bertanya apa maksudnya

"Bolehkah aku mengenalmu lebih jauh? jika sekarang kita teman, bolehkah aku mengenalmu lebih dari teman?" kali ini ia menggunakan bahasa isyarat untuk mengungkapkannya.

Aku terdiam seribu bahasa, aku tidak tau bagaimana aku harus menjawab nya. Dunia kita sangat berbeda lantas bagaimana kita akan menjalaninya namun tak ku pungkiri bahwa aku penasaran bagaimana akhir dari cerita ini jika aku bersama nya, apakah akan berakhir bahagia atau hanya perpisahan yang tercipta.


~🍁~

◇Tbc◇
⚠️don't forget to vote and comment ⚠️

Melody WarnaStories to obsess over. Discover now