CC.00 - Prolog

123 14 14
                                        

Jika ada istilah anak durhaka, kenapa tidak ada istilah untuk orang tua durhaka? Jika pun ada, kenapa gaungnya nyaris tak terdengar?

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Jika ada istilah anak durhaka, kenapa tidak ada istilah untuk orang tua durhaka? Jika pun ada, kenapa gaungnya nyaris tak terdengar?

Esa melirik perut kirinya yang kini mengucurkan darah segar. Bau anyir dan amis segera memenuhi udara. Dia mengerjapkan mata dan bertanya-tanya, sebenarnya di mana awal mula salahnya?

Esa baru tahu bahwa rasa sakit yang dahsyat, ternyata bisa mengusir rasa takut. Saat bibirnya sobek, pelipisnya luka, atau sekujur tubuhnya penuh lebam, dia selalu ketakutan setengah mati. Namun saat rasa nyeri karena hunjaman pisau merangkak ke dalam syaraf otaknya, dia malah tidak lagi takut mati.

Suara langkah kaki memecah kesunyian. Mendekat. Tak lama kemudian, seraut wajah perempuan tampak. Kepanikan tergambar jelas meski dalam keremangan malam. "Oh, Esa, maafkan aku," ucapnya. Disusul isak yang terdengar memilukan.

Esa bertanya-tanya apa yang harus dimaafkan? Baginya memaafkan sesuatu, sama seperti membuat program dalam komputer. Dia harus menganalisis kode, mengidentifikasi kesalahan, dan memaafkan dengan cara memperbaikinya. Namun apakah itu belum terlambat?

"Maafkan aku," ucapnya sekali lagi dengan penuh sesal. Perempuan itu merengkuh kepala Esa ke dalam pelukan. "Aku nggak akan membiarkan kamu kesakitan lagi."

Dalam banyak kasus, kesalahan yang terjadi memang bagian penting dari proses belajar pemrograman. Esa tahu bahwa dengan memahami kekeliruan yang dia ketikan dalam baris-baris kode, membantunya menjadi programmer yang hebat.

Dia mencoba mengatur napasnya yang mulai tersengal. Esa berupaya meyakini bahwa kejadian ini hanyalah semacam bug dalam hidup. Dia akan bisa menulis ulang kode yang benar, jika bisa menahan rasa sakitnya. Namun rasa nyeri itu terus menekan. Seolah tidak cukup luka robeknya yang terasa semakin panas dan ngilu, dadanya pun mulai sesak. Tanpa dia sadari, ada luka yang lebih dalam di sana. Kenyataan pahit bahwa baru saja, dia ditusuk oleh perempuan yang melahirkannya.

Dalam kesadaran yang semakin berkurang, Esa masih bisa melihat jika wajah perempuan itu dipenuhi ketakutan. Apa yang ditakutkannya? Apakah ia masih takut Esa akan menjadi anak durhaka sepertinya?
***

 Apa yang ditakutkannya? Apakah ia masih takut Esa akan menjadi anak durhaka sepertinya?***

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Author Note:

Halo salam kenal,
Uhuk uhuk bentar (siap-siap dulu karena grogi).
Harap maklum ya, ini tulisan pertamaku di Wattpad. Jadi masih hah heh hoh banget. 😭

Terima kasih banyak yang sudah mampir ke akun ini. Udah mau baca. Apalagi lagi buat yang bantu tekan-tekan bintang dan koment, sini deh, aku peluk satu-satu...
Kukirim cinta dan doa baik sebanyak-banyaknya...

Buat yang merasa, duh prolognya kok kayaknya berat. Nggak kok, tenang aja.
Ke depannya kamu akan lebih banyak menemukan recehan. Tokoh-tokoh out of the box yang minta ditampol, kayaknya lebih mudah ditemukan.
Nah lho, siapa aja tuh?
Kuy~ langsung baca bab satu 😘

CURSED CODE (Gerha Purana Series)Where stories live. Discover now