Chapter 1

20 2 5
                                        

Hallo... ini adalah cerita pertama yang berani aku post dari sebagian banyaknya cerita yang aku bikin. Semoga aku konsisten dalam menulis cerita ini ya. Dan tentu aja, semoga kalian suka yaaa <3<3 :))) Jangan lupa tinggalin jejak kalian supaya aku tau cerita ini berkenan di hati kalian dan aku semangat menulisnya.

Happy Reading !!! :*



Aksala menghentakan-hentakan pelan buku yang baru saja ia susun ke atas meja agar sisi bawahnya sama rata dan lebih enak ketika dibawa nanti. Laptop yang sejak tadi terbuka sudah tertutup rapi di atas meja. Cewek itu baru saja mengerjakan tugas mata kuliah klimatologi tropis yang akan dikumpulkan besok. Walau belum selesai seutuhnya, tapi referensi yang ia butuhkan sudahlah cukup sebagai dasar untuk ia selesaikan malam nanti.

"Aksalaaa..." teriak Kelly tanpa sadar sambil berjalan menghampiri Aksala.

Lantas Aksala mendelik kaget. Cewek itu kemudian memelototi Kelly yang bodohnya berteriak di ambang pintu perpustakaan. Jelas tatapan-tatapan tidak senang itu tertuju padanya saat ini.

Kedua alis Kelly saling bertaut begitu melihat Aksala yang ia hampiri menatapnya dengan tatapan seperti itu. Ketika baru disadarinya tempat itu adalah tempat anti keributan dan hanya boleh terdengar bisikan-bisikan serta suara lembar buku yang halamannya dibalik, kedua bibirnya terkulum menyusul kemudian salah satu tangannya menutup mulutnya.

Kepala Aksala sudah geleng-geleng sendiri. Kebodohan temannya ini kumat lagi.

Tubuh Kelly kemudian membungkuk kesana kemari, memohon ampunan kepada penghuni perpustakaan siang ini yang memang notabene sedang ramai-ramainya. "Maaf... Maaf... Maaf..."

Selepas meletakkan buku yang sisi samping dan sisi bawahnya sudah rapi sejajar, Aksala mencubit salah satu sisi perut Kelly.

Kelly merintih kesakitan. Cubitan Aksala pedas bukan main. Gimana tidak, cubitan cewek itu jenis cubitan halus yang bukan meninggalkan sakit tapi pedas. "Ampunnnn, Sa" ucapnya kemudian dengan nada menyesal.

"Bego lo ! Malu tau nggak !"

Kelly menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Yaaa gimana. Mata gue cuma lihat lo, bukan bacain papan tulisan di pintu masuk."

"Makanya mulut lo di sekolahin lagi dari SD sampe SMA, biar nggak asal nyerocos lalu teriak-teriak kayak di pasar"

"Yeeee kan, mata gue langsung nangkepnya lo. Yaudah gue panggil lahhh, mana gue tau kalo lo lagi di dalam perpus. Lagian ni perpus juga aneh. Rak-rak buku malah di taruh di ruangan lain. Malah dipisahin meja-meja sama rak-rak bukunya, kan jadi kayak kantin." Kelly bersedekap. Mulutnya sudah mengomel tidak ingin di salahkan.

"Salahin perpus nggak tuh ?! Lo-nya aja yang bolot. Mana ada kantin yang nggak jual makanan. Emang ada kantin yang adem ayem kayak gini ?!"

"Yaaaa... maap"

"Kelly... Kelly..." Kepala Aksala sudah menggeleng heran. "Nah... sekarang ada apa ? Manggil gue heboh kayak orang gila" tanya Aksala kemudian.

Cewek itu teringat tujuannya mencari-cari Aksala. "Beresin itu dulu buku-buku lo. Habis itu kita keluar dulu dari sini. Cepet ! Buruaannnnn !" ucap Kelly tidak sabar.

"Iyaaa... Iyaaa... Sabar napa. Gue taruh buku ini dulu di rak sana"

Dengan segera Aksala memasukkan laptop dan berjalan sambil membawa setumpuk buku-buku menuju rak buku yang ada di ruang terpisah dari tempatnya.

ISAKWhere stories live. Discover now