“ Rain, apa yang kau sedang pikirkan—kau terlihat benar-benar berbeda”
“ skripsi?”
Jawabat singkat dan tidak yakin dari Rain membuat Peat mendesis. Ia meletakkan pensil di tangannya lalu menatap dalam sahabat kecilnya dengan tangan bersilang di depan dada.
“ jangan menyamakan aku dengan orang lain, katakan padaku atau aku sendiri yang akan mencari jawabannya dari orang lain!"
Ancaman Peat membuat Rain menaruh pensil yang ia pegang, menatap lurus ke design miliknya namun dengan pikiran yang berlarian entah kemana.
" Sebulan lalu aku….kau tahu crush ku? Dia mengatakan akan memiliki hatiku, menyuruhku untuk tidak memberikan hatiku untuk orang lain"
Peat memiringkan kepalanya, mencoba mengingat siapa yang sedang temannya bicarakan. Begitu juga dengan Yim, keduanya saling berpandangan lalu menggeleng bersamaan karena tidak mengerti arah pembicaraan Rain.
" Tunggu?! Sejak kapan kau naksir seseorang??!"
Yim dan Peat shock dengan ucapan Rain, bagaimanapun mereka tahu apa yang terjadi dengan Rain hingga Rain memutuskan untuk meninggalkan Thailand.
" Aku menyukai seseorang di tahun kedua kita, tapi tidak berani mendekat…orang itu juga orang yang sama yang beberapa kali menaruh coklat bunga dan tulisan di lokerku …"
Dua orang teman Rain tahu tentang benda-benda yang tiba-tiba ada di loker Rain, tapi tidak dengan siapa pengirimnya. Mereka ingin sekali mencerca sahabat mereka, namun melihat ekspresi sedih yang Rain perlihatkan mereka memilih untuk menunggu.
" Ketika aku mengetahui jika crush ku juga sepertinya memiliki perasaan yang sama denganku, aku takut—"
" Tunggu!? Bukannya kau pernah bilang pernah mendengar jika Uncle Mark sudah menyiapkan seseorang untukmu? Dan orang itu yang membantu kalian tetap bersama sampai saat ini?"
Rain mengangguk lemah.
" Itulah yang selama ini aku pikirkan, yang membuat ku memilih untuk menyimpan perasaan ku untuk diriku sendiri selain karena aku masih takut untuk menjalin hubungan. Tentu saja tanpa dijelaskan kita semua tahu seberapa berkuasa orang itu hingga kakek dan nenekku juga keluarga ku dari Korea tidak memiliki akses ke Thailand seberapa pun kaya mereka. Uang mereka tidak bisa melawan orang yang Daddy mintai tolong"
" Lalu?"
" Sekarang aku tidak tahu harus bagaimana dengan crush ku, dia…aku takut jika sesuatu terjadi padanya jika dia benar-benar mendekati ku…"
Peat dan Yim terdiam, mereka tahu bagaimana panik sahabatnya dulu setelah mendengar Daddy dan Appa nya bertengkar karena orang yang membantu mereka menginginkan Rain, setahun setelah Rain kembali ke Thailand kalau keduanya tidak salah ingat.
" Kita bisa minta tolong kekasih Yim untuk membantu?"
Usul Peat tidak yakin.
" Ini masalah kami, dan aku tidak mau melibatkan orang lain lagi. Aku tahu bahkan tanpa diminta pun Vegas atau Paris akan membantuku tapi…. ini adalah masalah kami"
" Lalu mau bagaimana?"
" Entahlah, saat ini aku hanya bisa menghindari crush ku untuk meminimalisir masalah merambat padanya. Aku berusaha seminimalis mungkin pergi ke kampus atau tempat-tempat yang biasa aku bisa melihatnya"
YOU ARE READING
Eiffel, Part Of My Way
FanfictionEXtra Part dari Hiden Point Of View . . Always try to be with you, and never will be end when you still not found . Karma Bible dan Thana yang berujung pada kebalikan sifat dari keturunan mereka. . . susah, jelasin
#11 " And You Be My Side?"
Start from the beginning
