PROLOG

2 0 0
                                        

𝑯𝒂𝒑𝒑𝒚 𝒓𝒆𝒂𝒅𝒊𝒏𝒈

Hari ini, hari pra-MPLS SMA Negri 1 cakrawala, 3 hari sebelum masa MPLS dimulai, semua murid yang resmi terdaftar harus datang untuk mendengarkan apa yang harus di bawa di hari pertama MPLS nanti

Aurora Callista, berjalan melalui lorong sekolah dengan seragam putih biru khas SMP asal nya, tidak ada yang aurora kenal disana. Dari SMP nya, hanya dia yang masuk SMA Negri 1 cakrawala, sisanya lebih banyak masuk SMK, dan berbeda SMA dengan nya

Aurora masuk kedalam kelas 10 mipa 3, kelas yang di perintahkan mentor gugus nya untuk menyampaikan barang bawaan MPLS nanti.
Aurora celingukan, banyak teman satu gugus nya berkelompok, mungkin satu SMP, karna logo seragam nya sama, SMPN 1 Rajawali

Tak lama OSIS yang akan menjadi mentor gugus nya pun datang, beranggotakan 4 orang 3 orang perempuan dan 1 orang laki-laki

"Assalamualaikum adek-adek" ucap salah satu Mentor perempuan, "Waalaikumussalam kak" jawab satu kelas

"Sebelumnya, kami akan memperkenalkan diri terlebih dahulu, nama kakak Farida Tazqia, kakak selaku wakil ketua OSIS" ucap salah satu mentor yang berpangkat waketos itu,kemudian di lanjut 3 lainnya
"nama kakak, Jessica Maharani"
"nama kakak, Nafisha Audita"
"Dan nama kakak, Keenan Faqih azdikri" satu persatu dari mereka pun selesai memperkenalkan

"Kami di sini sebagai mentor yang akan membimbing kalian selama 3 hari MPLS nanti, tolong kerjasama nya" ucap waketos, kak Farida

"BAIK KAK!!!!" Ucap murid gugus 2 menjawab dengan semangat

"untuk hari senin nanti, kalian buat nametag dari kardus, dan di lapisi karton berwarna biru tua, bentuk nya harus KEPALA HELLO KITTY ya, di tulis di nametag nya nama, asal sekolah, dan cita² yaa, cita cita nya harus random, conto:selingkuhan lucas" jelas waketos

"BAIK KAK!!!"

"Menggunakan seragam putih biru asal sekolah, sepatu hitam putih, atribut lengkap, kaus kaki putih, bekal makanan bagi yang mau, dan jangan telat! " jelas jessica

"BAIK KAK!!! "

Aurora duduk sendiri tadinya, tetapi....

"Assalamualaikum kak, maaf telat" seorang laki-laki berdiri di ambang pintu dengan nafas terengah-engah

"waalaikumussalam, masuk!! " tegas farida tegas "lain kali jangan di ulangi lagi, murid baru udah telat" sambung nya

"baik kak, sekali lagi saya minta maaf"ucap laki-laki tadi, dia anggara

"silahkan duduk" ucap farida

"baik kak" ucap anggara sembari sedikit membungkuk, lalu meninggalkan kakak osis nya itu

Hanya ada satu kursi yang kosong, yaitu kursi samping aurora, mau tak mau anggara duduk disana

Anggara berjalan ke arah sana,dia mendapati aurora yang buang muka,angkuh,dan dingin.
"nih cewek jutek nya naudzubillah" batin anggara

"oke perhatikan semuanya,silahkan di catat barang yang harus di bawa 3 hari kedepan"ucapan keenan mampu membuyarkan lamunan aurora
       
                               *****

-singkat cerita jam istirahat-

Aurora celingukan karna tidak ada satu orang pun yang dia kenal saat ini, kecuali kak Nafila, sahabat dari kak farida, karena sebelumnya Nafilla merupakan kakak kelas aurora saat SMP, sekaligus anak dari walikelas nya saat Aurora kelas 9.

"Eh, Aurora, kamu sekolah kesini? "
Tanya Nafilla tampak riang, "iya kak, hehe" Aurora sedikit canggung dengan Nafilla, karena mereka telah lama tidak berjumpa

"Betah-betah ya sekolah disini" Ucap Nafilla
Aurora pun menjawab sambil mengangguk "Iya kak, makasih" dengan senyum nya yang hangat

Tak lama berbincang singkat, bel pertanda masuk pun berbunyi dan para mentor pun mulai menjelaskan apa saja dan bagaimana untuk acara MPLS nanti

"Ada yang mau ditanyakan? " Tanya keenan
Aurora pun mendadak terdiam karena bingung akan menanyakan perihal apa, di sisi sebrang Aurora, seorang gadis cantik pun mengangkat tangan kanan nya, tanda hendak bertanya

"Kak izin bertanya, sebelumnya perkenalkan nama saya Rachelia Neona, saya dari SMP Putri cendana. Apakah untuk hari pertama MPLS diperbolehkan membawa hp? Terimakasih" tanya gadis bernama Rachelia Neona tersebut

"maa syaa allah, cakep bener yaa, udah mah suara nya lembut, anggun lagi, ehh sstt napa jadi insecure gini? "
Batin Aurora seketika merasa hilang kepercaya diri an

Tak lama Aurora pun mengangkat tangan kanan berbarengan dengan gadis berbandana merah yang duduk diseberang nya, cantik memang. Namun, make up nya terlalu menor dan terkesan jutek, apalagi bibir nya yang berwarna merah merona.

Namun mentor yang bernama Keenan malah mempersilahkan gadis di seberang aurora itu untuk bertanya lebih dulu
"Silahkan adek yang berbandana merah mau nanya apa? " Ucap kak Keenan dengan senyum manis nya

"Saya izin bertanya kak, apakah di boleh kan memakai sepatu putih untuk masa MPLS? " tanya Valerie

"cihh, sama yang cakep aja cepat tanggap. Gue kira gak begitu, ternyata semua cowok sama aja"  gumam Aurora dalam hatinya. Ternyata memang cantik adalah segalanya, dan fakta bahwa dunia lebih memudahkan apabila kita memiliki wajah yang cantik.

◦•●◉✿ 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑏𝑢𝑛𝑔 ✿◉●•◦

𝑰𝒏𝒊 𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒑𝒆𝒓𝒕𝒂𝒎𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒂𝒌𝒖 𝒕𝒖𝒍𝒊𝒔. 𝑲𝒂𝒍𝒂𝒖 𝒔𝒖𝒌𝒂 𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒊𝒏𝒊, 𝒔𝒊𝒍𝒂𝒉𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒖𝒌𝒖𝒏𝒈 𝒂𝒌𝒖 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒗𝒐𝒕𝒆 𝒅𝒂𝒏 𝒌𝒐𝒎𝒆𝒏!!!

𝑻𝒆𝒓𝒊𝒎𝒂𝒌𝒂𝒔𝒊𝒉

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 30, 2024 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

INSECUREWhere stories live. Discover now