SOULMATES

108K 4.9K 128


CERITA DIUNGGAH ULANG

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

CERITA DIUNGGAH ULANG. JIKA SUDAH DISIMPAN DALAM PERPUSTAKAAN/DAFTAR BACAAN, SILAKAN DI-REFRESH, SUPAYA PERUBAHANNYA MUNCUL.

####

Pernah membayangkan di mana dan bagaimana orang bertemu dengan belahan jiwanya? Kadang kejadiannya tidak sama dengan yang kita angankan. Takdir punya kebijakan sendiri. Yang tidak bisa diintervensi. Bisa terjadi di tempat tidak terduga atau dengan cara yang tidak disangka-sangka. Jasmine selalu percaya itu dan tidak pernah khawatir meski sampai pada usianya yang sekarang, minggu lalu ulang tahunnya yang kedua puluh lima, dia belum juga bertemu laki-laki yang bisa membuatnya jatuh cinta.

Saat berdiri di toko buku, Jasmine tidak bisa menahan diri untuk tidak menengok ke balik punggungnya. Siapa tahu ada laki-laki yang sama-sama tertarik dengan judul buku di tangannya, lalu mereka melanjutkan diskusi di luar, sambil menikmati segelas latte. Atau saat di lorong supermarket, saat mereka—dia dan laki-laki impiannya—menyukai jenis biskuit yang sama. Tapi itu tidak pernah terjadi selama ini. Semua orang selalu tampak buru-buru dan tidak ada waktu untuk bercakap-cakap dengan orang asing.

Apakah sekarang dia berada dalam 'waktu dan tempat' yang tidak diduga itu? Jasmine tidak bisa melepaskan pandangan dari sesosok laki-laki yang baru saja mendorong pintu kaca. Di atas pahanya, Jasmine menyilangkan jari dan berharap ada sedikit keajaiban untuknya di dalam kedai kopi mungil yang sedang penuh orang ini.

"Kosong?"

"I ... iya...." Lima menit kemudian, Jasmine tergagap menjawab pertanyaan dari laki-laki yang sedari tadi menarik perhatiannya.

Jasmine memperhatikan laki-laki yang menarik kursi lalu duduk tepat di depannya. Hanya terhalang meja kayu bundar berdiameter tidak lebih dari satu meter.

Jasmine mengerjapkan matanya berkali-kali. Ingin memastikan bahwa laki-laki yang duduk di depannya ini adalah benar laki-laki yang sudah dia perhatikan sejak tadi, sejak laki-laki ini mendorong pintu kaca. Laki-laki berkacamata yang sedang menggulung lengan kemeja hitamnya, yang pas menempel di tubuhnya. Bentuk tubuhnya membayang dengan jelas, membuat Jasmine menahan napasnya. Rambutnya tidak terlalu rapi. Sialnya, malah membuatnya terlihat seksi di mata Jasmine.

Wajah laki-laki itu serius sekali saat menggerakkan jari di layar ponselnya. Seperti sedang memikirkan apakah kode peluncur rudal akan dieksekusi sekarang atau menunggu lima menit lagi. Bagaimana mungkin ada orang seperti ini? Sudah ikut duduk di meja orang lain, tapi tidak berbasa-basi apa-apa. Dalam dunia Jasmine, hal seperti ini tergolong tidak sopan.

Tetapi, lagi-lagi, kita tidak bisa menebak kita akan berjodoh dengan orang yang seperti apa. Mungkin mereka memiliki pandangan hidup yang berbeda dengan kita.

Biasanya Jasmine tidak suka ada orang asing bergabung di mejanya. Tapi kali ini, Jasmine tidak ingin protes atau mengusirnya. Kedai kopi ini sedang ramai sekali. Kalau diperhatikan, memang hanya Jasmine yang tidak punya teman duduk.

GEEK PLAY LOVEBaca cerita ini secara GRATIS!