01

4 3 0
                                        

            HAPPY READING!!

Balik 11 tahun lalu

Sebelum semuanya menjadi gelap, Shena pernah membuka matanya untuk melihat kejamnya dunia saat menghancurkan dirinya.

Kepalanya yang sangat pening, serta banyaknya darah yang menetes dari pelepisnya bersamaan mengikuti langkah kakinya yang perlahan mendekati batu nisan yang menjadi rahasia hatinya untuk tetap selalu tersenyum.

"Sampai sekarang kau masih menjadi alasan ku untuk hidup" ujar seorang gadis dengan suara yang bergetar sambil memeluk gundukan tanah yang mungkin sudah sangat hampir tidak terlihat.

"Aku ingin ikut denganmu, dulu kamu selalu menjadi alasanku untuk bertahan ketika ibuku sendiri memukuli ku begitu kejam tapi, sekarang kamu malah menjadi alasanku untuk selalu tersenyum palsu" tatapannya yang sangat kosong membuat dirinya terus memandang batu nisan itu.

"Lihat lah Rey, kini ibuku kembali memukuli ku dengan membabi buta, biasanya ada kamu yang akan memelukku dan menyembuhkan luka ku. tapi kini, aku hanya bisa memelukmu dari rumah terakhirmu".

REY ANGGARA SBASTIAN  atau biasa dipanggil dengan sebutan Rey itu teman kecil sekaligus cinta pertama seorang SHENA SANDRIANA AMORA yang meninggal karena kecelakaan dengan sebuah truk ketika menyelamatkan Shena dari dorongan ibu kandungnya sendiri yang ingin membunuhnya.

REY ANGGARA SBASTIAN lahir 9 Oktober 2001 dan wafat 9 Oktober 2010 tepat pada hari dimana umurnya akan bertambah namun tuhan cepat-cepat mengambilnya.

Shena merasa menjadi seorang pembunuh pada Rey saat itu apalagi, mengingat Rey yang hanya seorang anak yatim piatu yang mempunya hati seperti malaikat dan selalu menjadi pelindung utama pada dirinya.

Shena terus menatap batu nisan itu dengan pandangan yang kosong, sekilas kenangannya terbayang saat Rey menceritakan bahwa orang tuanya sudah meninggal namun dia tidak tahu dimana rumah terakhir orang tuanya seperti yang sudah di ceritakan orang-orang padanya.

"Aku gak tau Shen mama papa aku dimana, tapi kata orang-orang aku dari dulu selalu ada disini dan ga pernah mempunyai orang tua padahal kalo aku gak punya orang tua gak mungkin aku ada disini"  ujar seorang anak laki-laki yang baru berumur 7 tahun dengan tatapan sendu.

"Lalu kamu percaya orang tua kamu udah gaada?" Tanya gadis kecil yang terus menatap lekat kepada anak laki-laki yang ada disampingnya yang selama ini selalu menemani dirinya.

Anak laki-laki itu mengangguk sebagai jawaban dan menghembuskan nafasnya dengan kasar bahwa ia sudah tidak berharap apa-apa lagi dengan semuanya.

"Kamu jangan nyerah gitu aja Rey aku yakin orang tua kamu itu ada dan dia nyariin kamu ."

"Aku gak tau Shen mereka benar nyariin aku atau engga tapi sekarang aku gak bakal bersedih lagi." Balas anak laki-laki itu sambil tersenyum menunjukkan lesung Yang ada pada pipinya.

"Nah gitu dong itu baru Rey nya Shena" ujar gadis kecil dan beralih memeluk anak laki-laki itu.

Shena kembali menitikkan air mata ketika lagi-lagi mengingat  apa yang seharusnya ia lupakan namun, tak mampu ia hilangkan.

"Shen kalo semisalkan Rey udah engga ada di dunia ini, Shena harus janji sama Rey ya"

"Janji apa Rey?"

"Shena harus janji sama Rey kalau Shena bakal terus tersenyum sama orang-orang walaupun senyum itu palsu dan walaupun senyumnya itu sakit".

"Iya Rey Shena janji, Shena bakal terus tersenyum buat dunia dan terutama buat Rey".

"Rey sayang sama Shena, kalau semisalkan Rey pergi Shena jangan sedih ya"

"Memangnya Rey mau pergi ke mana?" Tanya gadis kecil itu dengan mata yang berkaca-kaca

"Rey udah ga mau temenan sama Shena lagi ya? Maaf ya Rey kalo selama ini Shena banyak bebani Rey"

"Engga Shen, Shena selamanya akan terus menjadi teman Rey, tapi maaf kalau Rey nanti bisa bikin Shena sedih"

"Rey ga pernah bikin Shena sedih, Rey selalu bikin Shena tersenyum dan sembuh".

"Makasi ya Shen karena kamu juga udah mau temenan sama Rey"

"Sama-sama Rey" jawab gadis kecil itu sambil tersenyum

"SHENA SHENA DIMANA KAMU HAH!! DASAR ANAK TIDAK TAHU DIRI! PULANG SEKARANG KAMU!!"  teriakan Manda ibu Shena mengalihkan pandangan dua anak kecil yang sedang tersenyum

"Rey! Shena pulang dulu ya, ibu udah nyariin takutnya nanti Rey yang bakal kena marah ibu" tanpa menunggu balasan Rey Shena berlari dan menghampiri ibunya yang sudah ada di luar taman dipinggir jalan raya.

"Maaf Bu" ujar Shena sambil menunduk ketika sudah sampai di hadapan ibunya.

"DARI MANA SAJA KAMU HAH?? ENAK ENAKAN MAIN! KAMU ITU SAMA SAJA SEPERTI  PAPAH KAMU TIDAK TAHU DIRI UDAH DI KASIH KEBEBASAN MALAH MENGECEWAKAN!!"

"RASAKAN INI"  ujarnya sambil mendorong-dorong Shena ke tengah-tengah jalan raya dan hal itu membuat Rey yang melihatnya memelototkan matanya ketika Baru saja melihat ada sebuah truk yang melaju sangat kencang.

Dengan cepat Rey mendorong Shena kepinggir taman namun saat dia ingin menyelamatkan dirinya waktu begitu cepat berlalu dan sebuah truk itu sudah menghantam Rey begitu kuat hingga Rey tewas ditempat hari itu juga.

Shena yang melihat semua kejadiannya berlari dan memeluk tubuh Rey yang sudah berlumur darah ia tak sanggup melihat semuanya.

"REY KENAPA KAMU TINGGALIN SHENA REY" teriaknya menggema membuat semua orang yang menyaksikan kejadian itu menatap dua insan itu dengan pilu.

Manda yang melihat kejadian itu pun tanpa ada hati berlalu pergi meninggalkannya begitu saja tanpa ada rasa kasihan, dan saat itu juga Shena tersenyum palsu melihatnya.


Bersambung....

Jejaknya!!

Shearls💕

"Rey pergi dengan cintanya, Rey pergi dengan kebaikannya, senyumnya yang diberikan pada Shena membuatnya palsu dalam mata."



shearlsHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora