Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Prolog / 18+ (repost)

52.1K 1K 33
                                        

Warning!

Cerita ini berlatar di luar negri yah!
Harap di maklumi jika ada perbedaan nilai-nilai norma 😊

Aku mau Repost cerita ini yaaa, selamat membaca🤗🤗

******

Elloise dan Catherine berpesta di sebuah bar setelah pulang dari kuliah. Keduanya berjoget ria dan meminum beberapa botol alkohol untuk melepas dahaga, setelah seharian beraktifitas dan mengerjakan tugas.

Kedua wanita itu memang sudah bersahabat sejak kecil. Keluarga mereka juga memiliki hubungan baik. Mereka bisa dibilang sudah seperti keluarga sendiri.

Bahkan keduanya sangat terbuka tentang seks. Seperti yang sedang mereka bahas saat ini.

"Kau tau, aku tidur dengan Paris tadi siang. Kita juga sudah jadian!" Bisik Catherine dengan girang. "Akhirnya aku tidak perlu mengerjakan tugas-tugas kuliah. Dia akan membantuku untuk mendapat nilai sempurna!"

"Dosen tampan itu? Kalian jadian? Astaga!" Elloise menarik kedua pipi sahabatnya dengan gemas. "Bujuk dia memberiku nilai yang bagus juga. Yaa??? Pelasee!!!"

"Itu pasti sayang!" Catherine memeluknya seraya meminum bir miliknya. "Dia anak pemilik yayasan. Bahkan jika aku memintanya mengubah semua nilai kita menjadi bagus, akan dia lakukan. Santai saja."

"Apakah dia sangat panas? Apa miliknya besar?" Elloise tertawa setelah perkataanya berhasil membuat pipi Catherine memerah.

"Yang pasti, dia telah aku nobatkan menjadi pria paling hot di New York. Kamu tidak akan tahan jika melihatnya tanpa pakaian."

"Awww!!!" Keduanya berteriak ramai.

Ditengah canda dan tawa mereka, tiba-tiba terdapat teriakan keras yang membuat keduanya spontan menoleh ke sumber keributan tersebut.

"Minggir! Jangan mendekatiku jalang! Aku sedang tidak mood. Mengerti?" Teriak pria itu marah, sambil melempar botol birnya ke sembarang arah.

"Ace?" Serunya bersamaan.

"Dia musuh perusahaan keluarga kita!" Catherine berbisik, dan Elloise hanya mengangguk.

"Dasar pria naif. Padahal aku yakin jika tidak di tempat umum, dia mau tidur dengan siapa saja. Orang sepertinya sangat mudah ditebak."

"Tapi orang-orang berkata dia memang tidak mudah di taklukkan. Bahkan sekelas model saja, belum tentu bisa naik ke ranjangnya!"

"Yakin? Itu image luarnya. Tapi dalamnya, who knows?"

"Mau membuktikannya baby? Kalau kamu bisa bercinta dengannya sekali saja, akan aku bujuk Paris untuk membuat kamu mendapat nilai tertinggi di semua mata kuliah tanpa mengerjakan tugas apapun."

"Bercinta dengan pria tua sepertinya? Wanita imut yang baru berumur 20 tahun sepertiku, kamu paksa bercinta dengan pria tiga puluh tahunan lebih?"

"Tua tapi jika dia panas, tidak masalah sayang! Jangan banyak alasan? Bilang saja jika kamu takut?!"

"Deal! Sana pulang! Besok aku ceritakan seberapa besar kejantanannya." Elloise meminum alkoholnya dengan senyuman smirk. "Tidak ada kata takut dalam kamusku."

"Kalau kamu kalah, kerjakan tugasku selama sebulan!" Ujar Catherine seraya memeluk dan mencium sahabatnya.

"Okey! Tapi ingat, tidak akan ada pria yang berani menolakku." Elloise membuka ikatan rambut curly sebahunya, lalu menggerainya dengan percaya diri. Ia juga memberi sedikit warna kepada bibirnya dengan lipstik berwarna nude.

Ohh Baby (Repost)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang