"Kamu itu kenapa, sih?!" ucap seorang Pria yang berusia hampir setengah abad itu.
"Kamu yang kenapa!" Wanita berambut pendek kecoklatan itu justru berbalik dan menampar Pria berusia hampir setengah abad itu hingga membuatnya limbung dan hampir terjatuh . Tak sampai disitu, pria itu melawan dengan menendang bagian tubuh di bawah rongga dada wanita berambut pendek kecoklatan sampai ia tersungkur ke belakang dan menabrak dinding.
Wanita itu meringis kesakitan sambil merintih meminta bantuan pada pria berusia hampir setengah abad itu.
Namun, pria itu abai justru ia meraih vas bunga yang berada diatas meja bundar tepat disamping tubuhnya lalu melempar vas bunga itu dengan keras dan hampir mengenai kepala wanita itu.
"Berani sekali kamu menampar ku!?" sang wanita tak takut sama sekali ia menatap nyalang pada pria berusia hampir setengah abad itu.
"Tentu saja, untuk apa aku takut padamu, disaat kamu pun sama sekali tidak memperdulikan perasaan ku!!"
"Perasaan apa yang kamu maksud?" pria itu tidak mengerti dengan apa yang dimaksud wanita itu.
"Apa kamu tidak mengerti? Tanyakan saja pada dirimu sendiri. Oh, dan jangan lupa tanyakan pada wanita yang ada dibelakangmu selama 3 bulan terakhir ini."
"Wanita mana yang kau maksud? Hah!?" tanya nya dengan nada tinggi dan mendorong kembali wanita berambut kecoklatan itu, pergi meninggalkannya, yang menyisakan amarah dan dendam pada wanita berambut coklat itu.
Saat hampir menggapai gagang pintu itu pria itu berbalik lagi dan menatap tajam pada wanita berambut kecoklatan itu.
"Urus surat cerai itu sekarang juga! Jika kamu tidak mengirimkan nya besok, kamu akan kehilangan anak mu!"
Tanpa pikir panjang lagi wanita itu menjawab, "Selesaikan saja urusan mu dengan ku jangan bawa-bawa anakku! Dan untuk surat cerai akan datang besok ke kantor mu."
Setelah mendengarkan itu dari wanita berambut coklat, pria berumur setengah abad pergi begitu saja dan membanting pintu dengan sangat keras.
BRAKK!!!
YOU ARE READING
VERANDIO
Short StoryVerandio Farel Mahendra seorang siswa menengah atas yang sangat dikagumi oleh para siswi di sekolahnya. Semua orang mengatakan bahwa dia adalah laki- laki yang sangat sempurna jauh dari kata ketidaksempurnaan. Mulai dari wajahnya, prestasinya dalam...
