Beberapa waktu ini saya merasa memiliki hubungan dengan tuan, tetapi dengan adanya beberapa alasan kami memilih untuk beristirahat sejenak, lalu setelah beberapa saat itu tuan kembali dengan adanya seseorang wanita dalam ganggaman. Maka dengan itu saya cukup berhenti meski nanti akhirnya tuan meminta saya untuk kembali lagi.
Bisa jadi saat itu tuan menemukan saya dalam keadaan yang kosong sehingga dengan mudah tuan menggenggam saya, tapi ternyata saya keliru tuan hanya tidak ingin membuat saya terlihat mengyedihkan dengan selalu membalas pesan yang tuan kirim. Kenyataannya apa yang tuan perbuat saat itu lebih kejam dari apa yang saya kira, saya memusatkan segala perhatian saya untuk tuan, saya tinggalkan sejenak segala kewajiban saya hanya untuk berbalas pesan dengan tuan, pesan yang sebenarnya tidak penting.
Tuan menganggap bahwa saya selalu bisa menemani tuan, tapi kenyataannya memang begitu. Saya selalu sengaja meluangkan waktu untuk tuan agar tuan tidak kesepian, saya selalu ingin tuan tahu bahwa kenyataannya hanya saya yang slalu menunggu tuan, jika saya adalah rumah mungkin saya selalu mengosongkan seluruh ruangan hanya untuk tuan beristirahat.
VOUS LISEZ
Tentang luka kita
PoésieSebuah prosa untuk mengenang luka saya dan tuan, yang telah mengenalkan saya tentang bagaimana rasanya memiliki hubugan dengan seorang pria yang luar biasa pintar, yang telah membawa saya untuk merasakan rindu, penyesalan, bahagia hingga putus asa...
