"Serahkan perusahaanmu," ucap salah satu dari dua orang yang sedang berdiri dihadapan Zhavira. Mereka menggenakan topeng berbentuk rubah.
"Enak aja lo," balas Zhavira ketus.
"lo kira gue bikin perusahaan ini gampang apa hah?"lanjutnya dengan wajah memerah marah.
"Serahkan perusahaanmu,"ulang orang bertopeng itu dengan penekanan pada setiap kata.
"Kalo gue gak mau gimana?"
"Tanda tangani surat ini," ucapnya tegas seraya melemparkan secarik kertas ke arah Zhavira.
"Kalo gue gak mau gimana?" tolak Zhavira memandang remeh orang itu.
"Tanda tangani suratnya Viraaa," ulangnya dengan nada yang tidak mau dibantah.
"Gak mau wlee," ejek Zhavira menjulurkan lidahnya ke orang itu.
"Jadi kamu mau cara yang kasar ya," ujar orang bertopeng itu seraya mengangguk-anggukan kepalanya.
"Huh? maksud?" beo Zhavira bingung dengan memiringkan kepalanya.
"Ken, potong jarinya," perintahnya tegas pada orang bertopeng satunya lagi.
"Baik bos," jawab patuh orang yang bernama Ken itu.
"Eh jangan woi jangan," ucap Zhavira panik ketika melihat orang yang disebut Ken mendekat.
"Woi lepasin tangan gue ban*gs*at," protes Zhavira ketika melihat Ken memegang tangannya.
"Weh weh sebentar sebentar dulu,"lanjut Zhavira dengan wajah menegang saat melihat Ken mengambil sebuah pisau.
"Gue mau tanya dulu nih. Kalo lo potong jari gue juga gak akan ada yang berubah kan, emang lo tau gimana tanda tangan gue?" tanya Zhavira kepada orang bertopeng yang berdiri dihadapannya.
"Jika tanda tangan tidak bisa, cap jari juga tidak masalah," jawab orang bertopeng itu dengan nada datar.
"lakukan sekarang Ken," lanjutnya singkat, padat, menyakitkan.
"Eh woi tunggu sebentar, jangan woii jangan lakukan itu. JANGAN GOB*L*OK."
"Aarghhhh"
YOU ARE READING
ZHAVIRA
General FictionKisah tentang lika-liku Zhavira yang ingin jadi CEO alias orkay. "Serahkan perusahaanmu," ucap orang bertopeng itu dengan angkuh. "Kalo gue gak mau gimana?" _________________________________________ "Loh, jadi elo orang yang dibalik topeng rubah it...
