Bagian 1

154 6 1
                                        

"Den Rakha,bangun den,sudah jam 6.30,nanti Raden bisa telat ke sekolahnya loh."said seorang pembantu bernama bi Imah yang sudah berkerja sejak den Rakha masih bayi,dan sekarang den Rakha sudah menginjak 16 tahun.

"5 menit lagi bi,masih ngantuk,"
said Rakha yang masih nyaman memeluk gulingnya.
"tapi den,dah siang loh bibi dah bangunnin Raden dari jam 6 pagi,tapi Raden selalu bilang 5 menit terus dan tidak beranjak bangun,nanti Raden telat loh,"

"Aissh, ya bibi aku bangun nih,cerewet banget dah,"Rakha bangkit dari tidurnya dan langsung pergi ke kamar mandi. "Nah gitu dong ,ya sudah cepat mandi siap²,bibi akan nyiapin sarapan buat kamu," "iya bibi."

Setelah selesai bersiap-siap,Rakha pun turun untuk sarapan,"bi sarapan Ku mana," "itu den diatas meja makan,bibi dah siapin makanan kesukaan den Rakha,nasi goreng telor ceplok,"Raden Rakha memang sangat menyukai nasi goreng buatan bi Imah.

"Oh iya Bi,papa mama mana ya bi,kok ga sarapan bareng,dan dari tadi aku juga ga liat mereka"

"Oh papa mama den Rakha sudah pergi kerja dari pagi sekitar jam 6.00 pagi,"

"Hmmm, seperti biasa mereka selalu sibuk,bahkan tidak menyempatkan waktu untuk sarapan bersamaku,begitu penting pekerjaan dari pada aku,padahal aku tak minta banyak waktu,hanya luang kan waktu sedikit saja untukku tapi mereka tidak pernah bisa,aku merasa untuk apa aku ada disini,kenapa aku bisa dilahirkan oleh keluarga yang tidak perna mengkhawatirkan aku,tidak perna memberiku kasih sayang," Rakha membanting gelas minumnya ke lantai dengan raut wajah marah.

"Den,bibi tau ini menyakitkan bagi den Rakha,tapi mereka juga melakukan ini untuk den rakah,untuk masa depan den Rakha,"bi Imah yang mencoba menenangkan Rakha.

"Masa depan yang seperti apa bi,masa depan yang suram yang tak bahagia,ini saja aku sudah tak kuat,aku hanya ingin mereka tau aku juga butuh waktu mereka,kasih sayang dari mereka,sejak kecil aku blm perna merasakannya Bi,"Rakha menangis meratapi nasibnya,sejak kecil memang keluarga nya sangat sibuk ,Rakha di asu oleh BI Imah sejak Rakha bayi,mangkanya itu Rakha lebih dekat dengan bi Imah di banding keluarga nya.

"Sudah den jangan bersedih,den Rakha anak yang kuat dan di sini ada bibi yang selalu ada buat den Rakha,den Rakha ga usah sedih,"

"Hanya bibimah saja yang bisa ngertiin aku,makasih bi kalo ga ada bibi aku ga tau harus berbagi suka suka Ama siapa," Rakha langsung memeluk bi Imah dengan erat.

"Ya sudah cepat berangkat,nanti telat loh,"

"iya Bi,aku berangkatnya bi,"

"Iya,hati²,semangat den,"

******

Sesampainya di sekolah Rakha langsung menghampiri Bayu,Dava,dan Aldo di parkiran sekolah.
"Hai bro,"

"Ketua geng kita udah datang nih,eh tapi kenapa tuh mata loh sembab?"said dava yang sedang duduk di atas motor ninjanya yang berwarna hijau.

"Kayanya sih ketua kita habis nangis nih,"said Aldo yang langsung merangkul pundak Rakha.

"Tapi masa iya Rakha nangis,kayanya ga mungkin deh,"said Bayu sambil menepuk dada Rakha.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 12, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Raden RakhaStories to obsess over. Discover now