Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.

000

285 93 219
                                        

Jangan lupa follow, vote, and conment tenang nggak maksa kok

Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.

Jangan lupa follow, vote, and conment tenang nggak maksa kok....

Cusss simak kelajutan ceritanya.....

»»----><----««

Deruman angin kencang terdengar begitu jelas di telingaku. Suasana yang indah membuat hatiku tenang.
Bunga-bunga tergerak mengikuti arah angin. Bangku taman yang begitu usang ku duduki sambil menikmati suasana. Belum lama aku menduduki bangku tersebut datanglah tiga orang gadis yang tinggi dan cantik yaitu, para sahabatku.

"Ara, ngapain lo di sini??" tanya salah satu dari tiga orang tersebut yang bernama Inda.

Dua orang lainnya bernama Airin dan Vita.

"Iya ngapain sih Ra lo di sini??" tanya Airin.

Ara melihat kearah tiga sahabatnya itu. "Gw disini cuma nikmati suasana aja."

Airin melihat jika wajah Ara sangat terlihat lesu dan seperti menyembunyikan sesuatu darinya. "Lo kenapa Ra? Ada masalah?" tanyanya.

"Tenang aja gw gapapa kok kalian ga usah khawatir okeyy" jawab Ara dengan diiringi senyuman.

"Daripada di sini ayo kita ke kelas aja" ajak Inda.

Ara lalu melihat jam yang berada di tangannya. "Iya ayo mending kita ke kelas ini udah jam enam lebih empat puluh lima, lima belas menit lagi kita masuk."

"Iya Ra, yaudah ayo" kata Vita sambil merangkul pundak Inda dan juga Airin sedangkan Ara ia juga di rangkul oleh Airin.

Sesampainya di kelas mereka duduk di kursi mereka masing-masing. Ara duduk bersama Inda sedangkan Airin bersama Vita. Tapi, tempat duduk mereka depan belakang jadi lebih mudah bagi mereka untuk mengobrol satu sama lain.

Inda, Airin, dan Vita sekarang sedang sibuk mengerjakan tugas rumah mereka.

"HEH!" seru Putra.

Seruan itu membuat Ara berpaling melihat ke arah Putra.

BRAKKK...

Putra mengebrak meja yang berada tepat di depan mata Ara. Hal itu membuat Ara terkejut.

"Kamu mau apa??" tanya Ara.
"Mau nyontek pekerjaan rumah aku ya??" tanyanya lagi.

"Iya cepet bagi!" paksa Putra.

"Bentar buku gw masih di bawa sama Airin."

"Halah bacot! Bilang aja lo ga mau ngasih gw contekan" bentak Putra.

Airin, Vita, dan juga Inda yang tidak terima pun turun tangan.

Airin langsung mendorong bahu Putra. "Kalo lo kek gini mending lo gosah nyontek Ara deh."

"Udah nyontek maksa ga makasih lagi" sindir Vita.

Inda melipat kedua tangannya di depan dada. "Akhlak lo minus banget deh."

Bukan Kisah nyata [ Hiatus ]Histórias para pegar e não largar. Descubra agora