PROLOG

33 18 3
                                        

🌼🌼🌼

Hujan deras mengguyur kota Colmar, Prancis. Malam ini pukul 10:15 p.m Nezza tengah termenung memikirkan tentang perasaan yang selama ini tidak bisa terlepas darinya. Perasaan yang selalu mengganjal hatinya, perasaan yang mungkin bisa dibilang tidak bisa ia lupakan..

Andaikan dia mempunyai pilihan pasti dia akan memilih. Namun, ini semua terlalu rumit. Bahkan untuk memilih pun Nezza tak mampu.

2 tahun yang lalu,

Hari ini adalah upacara perdana setelah libur kenaikan kelas. Kini Nezza, Clara, Fira, Vita dan Alin sudah menduduki bangku kelas XII - IPS 2, yang artinya ini akan menjadi tahun terakhir mereka berada di SMA Wisteria.

Sampai saat ini, Nezza masih dijuluki dengan most wanted di sekolahnya. Belum ada yang bisa menggantikan dirinya, sebab Nezza masih memegang kekuasaan tertinggi sebagai cewek tercantik dan pemberani di sekolah itu. Namun, disana tidak hanya Nezza yang menjadi most wanted nya, tetapi juga cowok cool dan cuek yang bernama Victor.

Banyak yang mendukung mereka untuk berpacaran, tapi sampai detik ini belum ada tanda-tanda bahwa mereka akan berpacaran.

Hari ini, Nezza tampil seperti biasa. Seragam OSIS dengan lengan yang dilipat satu lipatan. Rambut panjang berhighlight pirang dengan ujung rambut yang di Curly, serta sedikit riasan wajah seperti alis coklat yang tipis, sedikit maskara untuk melentikkan bulu mata dan ombre lips pada bibirnya.

Setelah upacara selesai, Nezza dkk langsung berjalan menuju kelas mereka. Namun di tengah perjalanannya, seorang guru BK yang terkenal dengan kegalakan nya menghandang Nezza dkk.

"Eh, ada Bu Lastri. Ada apa ya Bu?" Ucap Nezza membuka suara terlebih dahulu.

"NEZZA!! BERAPA KALI IBU SUDAH BILANG, BAHWA DANDANAN KAMU INI TIDAK PANTAS UNTUK ANAK SEUMURAN KAMU!!"

"Apa si Bu yang gak pantes? Coba ibu lihat deh, gaya Nezza modis gini masa di bilang gak pantes. Jangan norak deh Bu"

"BHAHAHAHAHA!!!!" Gempar seluruh siswa yang menyaksikan Bu Lastri memarahi Nezza. Hal ini memang sudah sering terjadi.

"Saya akan laporkan ini pada orang tua kamu. Secara tidak langsung kamu sudah menghina saya, TAHU TIDAK?!!" Bentak Bu Lastri di kalimat terakhir nya.

Nezza tersenyum sinis, "silahkan, anda laporkan apa yang ingin anda laporkan kepada orang tua saya. Karena saya, tidak merasa memiliki orang tua!" Setelah ucapan itu, Nezza pergi entah kemana meninggalkan teman-temannya disana.

"Nez! Nezza!!" Panggil Clara namun tidak di gubris sama sekali oleh Nezza.

Nezza berlari menuju rooftop, ia ingin menenangkan dirinya. Sebenarnya ia juga tidak tahu, kenapa dirinya sangat sensitif jika ada orang lain yang menyangkut kan kedua orang tuanya dengan dirinya. Atau mungkin karena perbuatan papanya?

Duarr!!

Pintu rooftop ditutupnya dengan keras. Nezza mulai mengatur nafasnya. Ia merasakan area sekitar matanya sudah mulai memanas, bahkan airmata siap turun membasahi pipinya.

Nezza mengikat rambutnya dan berjalan perlahan ke tengah-tengah rooftop.

"Bisa gak kalo nutup pintu pelan-pelan aja?"

Nezza tersentak kaget. Ia pikir hanya dirinya yang berada di rooftop ini, dari suaranya juga sepertinya Nezza sangat familiar.

Nezza berbalik arah, dan benar ternyata Victor yang berada di rooftop bersamanya sekarang ini. "Sorry" ucap Nezza singkat.

Nezza segera berbalik arah lagi, dan melanjutkan langkahnya. Victor mengernyitkan dahi, ia melihat seperti luka goresan pada leher Nezza. Baru kali ini ia melihat Nezza mengikat rambutnya, dan baru kali ini Victor tahu bahwa ternyata ada Luka goresan yang cukup besar pada leher Nezza. Tapi, luka apa itu?

Nezza ( Something Between US )Stories to obsess over. Discover now