petama (1)

9 3 0
                                        

....
Sebelum hari itu terjadi tepatnya pada tanggal 3 januari 2011

Aku bertemu dengan nya

Dia seperti penyelamat dalam hidupku. Menarik Ku dalam kegelapan dan berteman denganku tanpa memandang statusku
....

.

Kara Pov

"ra..!! Ayo cepat bangun hari ini kamu sekolah loh"

Aku sedikit membuka mataku perlahan yang masih terasa berat

"hem.. Iya bun kara udah bangun"

Kataku membalas panggilan ibuku untuk bangun. Dengan sedikit malas aku bangun dari kasurku lalu meregangkan otot otot ku

Aku melihat jam dinding kamar ku

"Hoahh... masih jam 5 pagi tapi bunda dah suruh bangun padahal masih ngantuk haahhhh"

Kataku malas karna kukira sekarang sudah pukul 6 pagi. Akhirnya ku ambil handuk ku dan menuju kamar mandi untuk mandi, tidak selang beberapa lama kemudian aku sudah keluar dengan handuk kupakai untuk mengeringkan rambutku.

Segera aku manganti baju dan segera menuju kebawah untuk sarapan bersama keluargaku

Kara pov end

"pagi bund pagi kak"

Sapa kara kepada ibunya dan kakak nya sambil turun dari tanga dan menuju ruang makan

"pagi kara"

"pagi kebo akhirnya lu bangun juga"

Jawab ibu dan kakak kara

"ih emangnya kakak bangun jam berapa? Sekarang aja masih jam setengah 6"

Tanya kara pada kakak nya sambil berjalan kearah kursi yang selalu ia tempati di meja makan itu

"ih kakak bangun jam 4 lah lebih pagi dari pada kamu"

Kata kakak nya menyombongkan diri

"kata siapa coba, kak lia tadi tuh ya kara baru bangun jam 5 lebih. Bunda udah berusaha bangunnin kamu sejak jam 4 pagi"

Kata bunda mereka mengelak pernyataan kak lia yang bangun jam 4 pagi. Di wajah kak lia sudah ada semburan merah, malu karna ketahuan berbohong di depan adiknya

"iya tuh kan udah kara duga, kakak sih kemarin malam nonton Drakor sampai tengah malam"

"dih iye iye, huh.. "

"hahaha udah kak jangan ngambek dong cantik kakak jadi ilang tuh. Masak iya hari pertama masuk kuliah langsung cemberut oh iya selamat ya kak, buat berhasilnya masuk ke kampus yang kakak mau"

Kataku mengucapkan selamat padanya. Aku sangat kagum dengan kakak ku yang berhasil masuk ke kampus yang sangat terkenal di malang

"nah karna kakak berhasil masuk ke kampus yang kakak impikan. Ayo kita rayakan ini dengan makan makanan yang sudah bunda masakan spesial buat kalian berdua"

Kara dan lia menoleh ke arah bunda yang membawa nampan berisikan makan kesukaan mereka.  Kara dan lia memandang berbinar kepada makanan yang dibawa oleh bunda.

"aaa makasih bun udah masakin makanan kesukaan kakak"

" y... Itu bukan makanan kesukaan kakak tahu, itu tuh makanan kesukaan kara"

"ish seenak nya jiplak makanan kesukaan orang, itu makanan kesukaan kakak tahu"

"bukan itu makanan kesukaan ku "

"masih ngeyel nih anak, itu tuh makanan kesukaan kakak bukan kesukaan kamu"

Kakak adik itu terus beradu mulut, bertengkar hanya karna makanan kesukaan siapa itu

"ssss sudah kalian jangan bertengkar bunda memasakan makanan ini karna kalian berdua menyukainya"

Kata bunda mereka dengan nada di tekan. Segera kara dan lia menghentikan adu mulut mereka

Kalau bunda mereka sudah menekan suaranya artinya dia sudah marah

"nah sekarang ayo segera makan kita akan berangkat pagi karna kampus kakak jauh dari rumah"

Kata bunda mereka mulai kembali dengan suara biasah

"iya bun"

"eh? Terus aku bun?"

"kamu sekalian ikut saja, engak apa apa kan?"

"hmm yasudah deh bun engak apa apa sekalian aja biar engak bolak balik"

Kata kara sambil tersenyum bunda dan kakak nya juga ikut tersenyum

Skip ≈

"huh..  Masih sepi banget di sekolah"

Kata kara sedikit menggerutu, dia akhirnya ikut dengan mobil kakak dan bundanya untuk pergi ke sekolah

Kara melihat jam tangan yang berada di tangan kirinya. Jam itu menunjukan pukul 06.00, itu sangat wajar mengapa sekolah masih sangat sepi

"kalau kekelas sekarang pasti masih di bersihin OB, lalu mau kemana ya"

Kara sedikit bingung dia berjalan tanpa arah di dalama sekolah. Tanpa sadar kakinya Membawanya ketempat lapangan basket

"eh? Ngapain aku di sini?"

Kata kara dengan bingung

"ah mendingan aku ketaman belakang sekolah aja"

Kata kara akhirnya memutuskan untuk pergi ketaman belakang sekolah nya

"kara?"

Kata seseorang di blakang nya. Kara terkejut siapa yang datang sangat pagi ke sekolah selain kara?

Langkah nya terhenti badanya membeku dia takut menoleh kebelakang entah Kenapa. Dia merasakan orang yang memangilnya mendekat lalu..







Hai terima kasih ya udah baca cerita ku. Maaf kalau ada salah penulisan, karna aku sendiri masih pemula hehe

Sampai jumpa lagi jangan lupa vote dan komen ya. Terimakasih

"Buram"Where stories live. Discover now