Awal

8 2 0
                                        

Nama ku Albirru Putri Kartika, aku tidak mengerti mengapa kedua orangtua ku memberi nama itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Nama ku Albirru Putri Kartika, aku tidak mengerti mengapa kedua orangtua ku memberi nama itu. Kata ibu, ayah dulu suka sekali warna biru maka dari itu ia menamai ku Albirru. Sedangkan ibu bernama Kartika, jadi ayah menyalipkan nama ibu di dalam nama ku juga. Untuk itu, sama saja seperti jiwa kedua orang tua ku hidup dalam diri ku.

Sejujur nya tidak ada hal yang menakjubkan dalam hidup ku, semua berjalan baik tapi jika dikatakan indah yaa tidak juga. Hidup ku hanya diisi oleh sedikit manusia, karna aku adalah tipe yang sulit untuk bersosialisasi apalagi jika harus disandingkan dengan manusia baru lain nya.

Menjadi seorang yang sulit bersosialiasi seperti ku tidak lah mudah, tapi tidak juga mengerikan. Seperti yang kita ketahui setiap hal pasti memiliki kelebihan dan kekurangan.

Ah iya, aku suka sekali menulis. Menurut ku itu adalah jalan satu satu nya untuk menuangkan isi kepala ku. Tapi terkadang apa yang ku pikirkan tak selalu ku tulis.

Sebagai contoh, aku mencintai lelaki yang ku temui saat duduk di sekolah menengah atas. Aku mencintai nya sampai sampai ku biarkan saja nama nya memenuhi isi kepala ku.

Dan sekarang aku duduk termangu di tepi kafe seraya menunggu salah satu teman ku yang sedang berjalan menuju kesini.

Mata ku secara sengaja memperhatikan sosok lelaki yang sudah ku sukai dari kejauhan, meneliti dengan seksama sebagaimana pahatan wajah itu tercipta dengan sempurna. Rahang tegas, alis tebal, bulu mata yang lentik dan bibir yang tipis. Aku menyukai nya, sangat amat menyukai apapun yang ada pada diri nya.

Dari jangkauan yang cukup jauh ini bisa ku lihat bagaimana mimik wajah nya ketika membaca sebuah buku yang tersimpan di genggaman nya. Sesekali ia menaikkan salah satu alis, sesekali pula ia tersenyum tipis. Lalu menyesap secangkir kopi dan memasukkan sepotong cake kecil ke dalam mulut nya.

"Oyy Albirru yang gak suka warna biru, udah lama nunggu yaa?" Ujar seseorang lalu duduk dihadapan ku.

Dia Rembulan Nawasena sahabat ku sejak memasuki sekolah menengah atas. Aku biasanya memanggil nya dengan sebutan Sena. Kepribadian nya yang berbanding terbalik dengan ku, mampu membuat kami bersahabat dekat hingga sekarang. Aku merasa sangat beruntung karna sampai sekarang Sena masih bertahan menjadi teman perjalanan ku di masa SMA.

Aku menggelengkan kepala tanda jawaban, "Nggak kok, aku juga baru aja sampai. Oh iya mau pesen apa Na?" Tanya ku pada nya seraya memberi buku menu yang sudah diberikan pelayan sedari tadi.

Sena membolak balikkan buku menu, sedangkan aku kembali memperhatikan lelaki yang masih berada di tempat yang sama. Namun beda nya kini ia sudah menutup buku tersebut. Ia menoleh ke arah ku, pandangan kami bertemu. Tentu saja hal itu membuat jantung ku berdegub dengan kencang. Aku segera mengalihkan pandangan. Dan menyelipkan uraian rambutku ke belakang daun telinga.

"Gue mau pesen cappuccino sama cheese cake aja, lo apa?" Tanya Sena padaku.

"Aku samain aja kaya kamu, Na"

"Oke"


TBC

GANESHA  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang