MWG||1

174 22 4
                                        

hii assalamualaikum<3
welcome to my story
semoga suka yah xixi

jangan lupa vote dan komen yah.

-----

"Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya."

(Q.S YASIN:40)

-----

"Adiva pergi bund." Gadis yang memakai pashmina hitam itu dengan cekatan menyambar tangan sang ibu untuk di salim.

"Makan dulu heh!" Tegur bunda.

"Enggak sempat udah lambat." Balas Adiva. "Assalamualaikum." Lanjutnya menenteng tasnya dan keluar rumah dengan berlari.

"Ck, anak itu." Bunda berdecak melihat tingkah anak sulungnya itu.

Berbeda dengan Adiva yang sedikit mengebut mobilnya menuju kampus, Yap Adiva ini adalah seorang mahasiswi jurusan ilmu gizi. Adiva sendiri sebenarnya akan melepaskan jilbabnya jika sudah berada di kampus beginilah kehidupan seorang Adiva.

"Huh untung enggak terlambat." Adiva memberhentikan mobilnya ditempat biasa ia memarkir.

Dengan tidak sabaran Adiva membuka jilbab pashmina berwarna hitam itu dan menaruhnya di paper bag yang sengaja ia simpan didalam mobilnya.

"Huu akhirnya." Adiva keluar dari mobil dengan rambut yang di kuncir kuda. Gadis itu berjalan dengan muka angkuhnya melewati para mahasiswa/mahasiswi yang terpesona melihat kecantikannya.

Sampai dikelas Adiva di sambut oleh sahabat laknatnya siapa lagi kalau bukan Nashwa Isvara.

"Divaaa ku sayang." Nashwa menyambut Adiva dengan tangan yang di rentangkan berniat untuk memeluk Adiva.

Adiva melewatinya begitu saja dan duduk di bangkunya yang berada persis didekat jendela. Nashwa yang melihat itu menganga tak percaya gadis berambut sebahu itu menghampiri sahabatnya.

"Lo kenapa sih?" Tanya Nashwa.

"Enggak apa-apa."

"Eh oon gue enggak bisa baca pikiran Lo, jadi gak usah sok sok deh.  Cepetan Lo kenapa?" Desak Nashwa.

Adiva menatap Nashwa. "Huaaa gue di jodohin wa."

Nashwa diam mencerna ucapan Adiva.

"Awaaaa hiks." Seketika Nashwa tersadar dari lamunannya.

"E-eh aduh jangan nangis dong."

"Hiks ma-sa gue di jodohin sih!" Gerutu Adiva menendang kursi kosong yang ada di sampingnya.

"Y-ya bagaimana yah gue masih speechless an*ir." Nashwa menggaruk pipinya dengan senyum watados.

Adiva menghapus air matanya "Gue belum siap nikah masih mau main. Lagipula gue juga masih 21 tahun." Ujar Adiva. "Terus nih yah masa gue di jodohin sama Gus."

"Gus apaan dah?" Adiva memutar bola matanya malas.

"Anak nya kyai, Awa."

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 17, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Married With GusStories to obsess over. Discover now